Archive for ‘Buruknya Akhlak’

10/26/2010

Karunia Allah Yang Menipu


Yahya bin Mu’adz ra mengatakan: “Wahai orang yang tertutup oleh kenikmatan dan perlindungan, janganlah anda terjebak. Karena dibalik itu ada dampak buruk kepedihan. Janganlah  terjebak oleh waktu-waktu yang anda penuhi ibadah, karena dibalik itu ada bencana-bencana lembut. Dan jangan pula terjebak oleh sucinya ‘Ubudiyah, karena dibalik itu anda malah lalai kepada Rububiyah.”
Masalahnya seperti apa yang dikatakan oleh beliau: Wahai, betapa banyak orang yang teristidroj oleh kebajikan, betapa banyak orang teristidroj pujian padanya, betapa banyak yang tertimpa istidroj  oleh fitnah kenikmatan, betapa banyak yang hancur oleh tirai seakan-akan elok baginya.
Karena itu siapa pun yang dalam batinnya tidak bersiteguh dengan Allah Ta’ala, maka dzohirnya jelas, bahwa keragu-raguannya lebih kuat daripada yaqinnya, walaupun dzohirnya menujukkan sifat-sifatnya orang yang yaqin. Ia kehilangan cahaya batin karena terpesana oleh gerak-gerik dzohir. Ia alpa dari rumitnya dampak Istidroj karena terlalu memandang suci ubudiyahnya.
Bagi orang yang tertolong oleh Allah jangan berpegang teguh selain Allah, dan bagi yang terhinakan jangan putus dari harapan.

  • Istidrojnya aktivis dosa adalah menikmati dosanya dan terus menerus berdosa, disamping berpaling dari Allah Ta’ala.
  • Istidrojnya ilmuwan adalah upayanya mencari derajat dan posisi di tengah massa.
  • Istidronya ahli Ijtihad adalah memperbanyak dan mengagumi hasil Isjtihadnya.
  • Istidrojnya para murid (penempuh) adalah terpakunya pada anugerah dan karomah serta terpaku pada keduanya.
  • Istidrojnya kaum ‘arifin (ahli ma’rifat) adalah merasa cukup dengan kema’rifatannya bukannya kepada Allah yang dima’rifati, hingga mereka  anggap ma’rifatnya sebagai tujuan finalnya, dan mereka merasa telah mencapai kema’rifatan itu sendiri.
  • Siapa pun yang posisinya tinggi, maka Istidrojnya lebih besar serta lebih lembut.
  • Betapa banyak orang yang berdzikir tetapi sesungguhnya alpa pada Allah swt.
  • Betapa banyak orang yang takut sesungguhnya ia berani kepada Allah swt.
  • Betapa banyak orang yang mengajak menuju Allah, sesungguhnya ia jauh dari Allah.
  • Betapa banyak yang membaca Kitabullah sesungguhnya ia terlepas dari ayat-ayat Allah swt.

Abu Sa’id al-Kharraz ra mengatakan:

  • Bila aku tinggalkan dunia dan aku merasa bangga telah mampu meninggalkannya, maka rasa bangga itu lebih besar dosanya ketimbang menyimpan dunia.
  • Bila aku bisa meninggalkan aib-aib nafsu dan aku kagum bisa meninggalkannya, maka kagum itu adalah aib terbesar.
  • Bila anda berjuang dan bergantung pada wujud perjuanganmu, maka ketergantunganmu itu adalah resiko besar daripada istirahat.
  • Bila anda takut pada allah Ta’ala dan anda merasa aman dengan rasa takut, maka aman yang muncul dari rasa takut itu lebih besar dosanya.
  • Memandang kedekatan kepada Allah Ta’ala dalam aktivitas taqarrub adalah jauh yang sebenarnya.
  • Memandang  kemesraan dalam aktivitas kemesraan adalah lebihbesar untuk dijauhinya.
  • Melihat dzikir dalam dzikir adalah kealpaan terbesar.
  • Melihat ma’rifat dalam kema’rifatan adalah kemungkaran terbesar.

Seorang ahli ma’rifat  mengatakan, “Ketika  aku menyangka aku telah menemukanNya, pada saat yang sama aku telah kehilangan Dia. Ketika aku menyangka aku kehilangan Dia, saat itu aku menemukanNya. Oh Tuhanku, ketika aku meninggalkanMu Engkau mencariku. Ketika aku mencariMu Engkau menolakku. Padahal tak ada tempat kecuali bersamaMu, juga tak ada kebahagiaan selain Engkau. Sungguh Engkaulah tempat pertolongan, dan hanya menuju kepadaMu.”

Abu Ya’qub ra mengatakan, “Yang paling bodoh dilakukan hamba kepada Allah Ta’ala, manakala si hamba merasa cukup dengan ma’rifatnya di dunia ini.”
Yahya bin Mu’ad ra, mengatakan,  ”Dosa yang membuatmu sangat butuh kepadaNya itu lebih baik dibanding taat yang membuatmu bangga atas taatmu padaNya.”

Fudhail bin Iyadh ra, adalah tokoh yang banyak menangis dan sering mengulang ayat ini: “Dan tampaklah kepada mereka (berupa kebajikan) dari Allah apa yang tidak pernah mereka lakukan kepada Allah”.
Beliau katakan, “Mereka melakukan amaliah yang banyak, dengan menyangka bahwa itu semua adalah kebajikan, dan ternyata adalah keburukan, ketika tampak dari Allah bahwa mereka belum sama sekali berupaya berbuat baik.”

http://www.sufinews.com

Iklan
07/29/2010

Jika Anda Marah Inilah Efeknya……


Saat kita marah, dampak psikologi akan langsung dirasakan jantung dan arteri. Emosi negatif seperti rasa marah dan benci akan mengaktifkan respon “melawan atau lari” sehingga hormon stres, termasuk adrenalin dan kortisol, akan membuat jantung berdetak lebih keras. Demikian juga halnya dengan napas yang menjadi cepat dan tekanan darah meningkat sebagai akibat pembuluh darah yang mengerut. “Kadar adrenalin dan kortisol dalam kadar yang tinggi akan memberi efek racun bagi jantung. Selain itu terlalu sering marah akan mempercepat proses ateroklerosis atau penimbunan lemak di pembuluh darah,” kata Jerry Kiffer, MA, peneliti bidang jantung dan otak dari Cleveland Clinic’s Psychological Testing Center, AS.

read more »

07/16/2010

Jika Istri Di Ceraikan?


Artikel ini saya kutip langsung dari http://artikelislam.e-salim.com. Semoga bisa bermanfaat buat saya dan Anda semua
Saudariku kaum muslimah, tulisan ini saya tujukan kepada diri saya pribadi, putri-putriku dan saudari-saudariku kaum muslimah semoga selalu mendapatkan taufik dan rahmat dari Allah untuk senantiasa memiliki akhlak yang mulia dan terhindar dari akhlak buruk yang akan mengakibatkan kehancuran bagi kehidupan terutama kehidupan rumah tangga.

Wanita dalam sejarah memiliki pengaruh yang sangat dasyat bagi kehidupan, dunia hancur karena wanita begitu pula dunia jaya karena wanita, penguasa yang kuat dan tangguh tidak berkutik dihadapan wanita, seorang ‘alim bisa tersandung karena wanita.

Islam sangat menjaga harkat dan martabat seorang wanita, menempatkan wanita pada tempat yang sangat mulia oleh karena itu wanita harus bisa meraih kedudukkan mulia tersebut dengan akhlak mulia sebagaiman yang disyariatkan oleh Islam dan jauhilah akhlak buruk.

Akhlak buruk seorang wanita yang bisa merusak keharmonisan rumah tangga adalah tabiat buruk dan perangai tercela. Seorang wanita seharusnya memiliki sifat lemah lembut tutur katanya, sopan santun perangainya dan memiliki rasa cinta yang mendalam karena dia adalah sosok pendidik pertama dan utama bagi putra dan putrinya, jika seorang wanita memiliki tabiat buruk maka bagaimana dengan putra-putrinya dan kondisi rumah tangganya?

Di antara tabiat buruk dan perangai tercela pada diri wanita yang sering kali menjadi pemicu perceraian adalah sebagai berikut:

1. Bersikap acuh, lancang dan kasar terhadap suami, dan tidak memiliki pendirian serta tidak pernah merasa puas.

2. Bersikap manja dan selalu merengek bila mengajukan berbagai tuntutan diluar kebutuhan yang wajar dengan meniru gaya wanita lain.

3. Bersikap melawan dan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan suami. Dan menjadikan keinginan dirinya dan keluarganya diatas keinginan suami dan anak-anaknya.

4. Bersikap sombong dan congkak terhadap keluarga suami, bahkan terkadang mencaci tanpa alasan yang jelas.

5. Suka menyulut pertikaian dengan keluarga suami dengan berbagai tindakan dan kedustaan.

6. Tidak pandai memperhatikan keadaan suami. Apakah sedang santai, istirahat, atau terlalu capek. Tuntutan di saat yang tidak tepat hanya akan memperbesar masalah.

7. Suka menyakiti suami dengan sikap bakhil dan sembrono di hadapannya atau dihadapan orang lain. Selalu mengeluhkan kekurangan dan kesengsaraan, padahal rumahnya penuh dengan kenikmatan dan kemewahan.

8. Sering keluar rumah untuk berkunjung kepada teman atau tetangga dan jarang berada di rumah. Sehingga tugas dan pekerjaan rumah tidak terselesaikan begitu pula dengan anak-anaknya tidak terurus.

9. Kurang bersyukur dan tidak tahu balas budi, ia selalu mengganggap bahwa hidup, mulia dan bahagia bila telah dipenuhi tuntutannya. Jika tuntutannya tidak terpenuhi maka ia akan berontak dan memaki-maki serta merasa seperti orang yang bernasib malang dan sial. Nabi bersabda:

“Saya melihat Neraka yang tidak pernah aku lihat seperti hari ini, dan saya melihat penghuni terbanyak dari kalangan wanita. Mereka bertanya: Kenapa wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Karena pengingkaran mereka. Beliau ditanya: Apakah karena ingkar kepada Allah? Beliau bersabda: Mereka membangkang dan mengingkari kebaikan suami. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sepanjang tahun lalu ia melihat darimu sesuatu (yang tidak disukai) maka ia berkata “ saya belum pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (H.R Bukhari)

10. Sering membuat sang suami lalai dan patah semangat serta teledor terhadap hak-hak suami sementara sang suami membiarkan hingga mengetahui hakekat sebenarnya ternyata sang isteri semakin parah akhirnya thalakpun jatuh dan dia tidak tanggap kecuali setelah problem semakin kronis.

11. Suka menghina dan merendahkan sang suami baik dari sisi penampilan, pekerjaan, profesi atau ilmunya sehingga bersikap masa bodoh terhadap hak-hak suami bahkan untuk menangkal tuduhan buruk dari suami selalu menggunakan senjata utama yaitu pengajuan thalak. Dari Tsaubah berkata bahwasannya Rasulullah bersabda:

“Wanita mana saja yang meminta thalak kepada suaminya tanpa alasan maka haram baginya aroma surga.” (H.R Abu Daud dan Tirmidzi sementara beliau menghasankannya)

12. Lemah akal dan tenggelam dalam perasaan sehingga mudah terpengaruh ketika mendengar bisikan dari wanita lain yang mampu memperlakukan suaminya secara tidak wajar, maka boleh jadi seorang wanita datang kepada sang isteri seakan memberi nasehat dan penuh kasih sayang berkata kepadanya: Suamimu itu banyak kekurangannya dan dia sebetulnya tidak sederajat denganmu. Atau berkata: Sebetulnya statusmu lebih tinggi atau kamu memiliki kelebihan banyak yang sangat jauh dari suamimu.

Dia mempercayai para penghasut lagi pengadu domba dan bersikap sombong dan angkuh akhirnya meminta thalak atau selalu menyakiti suaminya padahal Rasulullah bersabda:

“Bukan termasuk golonganku orang yang bersumpah dengan amanah dan barangsiapa merusak hubungan seseorang dengan isterinya atau budaknya maka bukan termasuk golonganku.” (H.R Ahmad dan yang lainnya)

13. Sebagian wanita ketika melihat sang suami berperangai buruk maka sang isteri juga membalas sikap buruk itu dengan keburukan serupa, bersikap kasar, tidak sopan dan keras hati tidak mau berbuat kebaikan kepada suaminya. Maka suasana semakin keruh dan bisa jadi menjadi sebab percekcokan dan berakhir dengan perceraian.

14. Terlalu percaya kepada orang lain sehingga semua rahasia rumah tangga dibuka di hadapan orang tersebut kemudian hal itu sampai kepada sang suami.

15. Tidak tabah dan sabar menghadapi tabiat dan perangai laki-laki dan dia menyangka bahwa semua rumah tangga sepi dari percekcokan, perselisihan dan problem rumah tangga.

16. Bersikap sederhana di hadapan suami dalam berpakaian dan penampilan namun bersolek dan berdandan di hadapan laki-laki lain.

17. Bersikap dingin, tidak bisa bercanda, bercumbu dan berseda gurau dengan suami bahkan ketika berada di ranjang bersikap dingin dan menutup segala penglihatan dan pendengaran yang bisa menambah gairah dan cinta sehingga sikap itu menjadi penyebab sang suami bersikap acuh dan menikah dengan wanita lain. Rasulullah bersabda:

“Kenapa engkau tidak menikah dengan gadis agar kamu bisa bercanda dengannya dan dia bercanda denganmu.”

Dari Muawiyah bin Haidah berkata: Saya bertanya: Wahai Rasulullah, kapan kita boleh membuka dan menutup aurat? Beliau bersabda: Jagalah auratmu kecuali dari isterimu dan budakmu. (H.R Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, dan disahihkan oleh Al Hakim serta disetujui Adz Dzahaby).

18. Menganggap bahwa pendapatnya yang paling benar dan suaminya selalu berada di pihak yang salah. Jika suami berusaha untuk memahamkan maka pasti terjadi salah faham dan berakhir dengan percekcokan. Hal itu karena wanita terlalu dikuasai hawa nafsu dan perasaan sementara ia tidak menyadari bahwa sikapnya menyulut api perceraian.

19. Selalu menjauhi suami dalam pertemuan-pertemuan keluarga bahkan boleh jadi menjauhi sang suami dari tempat tidur. Rasulullah bersabda:

“Jika seorang wanita bermalam menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat melaknatnya hingga kembali lagi.” (H.R Bukhari dan Muslim)

20. Boleh jadi umur isteri lebih tua dari suami atau bekas isteri orang lain atau mempunyai anak banyak maka ia merasa sombong dengan kecantikan atau bekas suami yang dahulu sehingga tidak ingin suaminya memiliki isteri lain. Sementara suaminya ketakutan karena usia isterinya lebih tua atau dia memang sudah menikah sebelumnya maka kehidupan rumah tangga dirundung kegelisahan dan kekhawatiran dan pada akhirnya sang suami menikah lagi atau berakhir dengan perceraian.

21. Suka berbicara dan membuka obrolan dengan laki-laki lain sehingga bisa membangkitkan cemburu atau marah sang suami.

22. Sering curiga dan sangat berperasa, selalu curiga terhadap setiap ucapan yang didengarnya dan perbuatan yang dilihatnya sehingga dia selalu menaruh curiga terhadap suaminya atau orang yang hidup disekitarnya bahkan selalu ingin tahu apa yang diperbuat oleh suaminya.

23. Cemburu dan Hasad terhadap kerabat suami, tidak mau bersilaturrahmi dan berbuat baik kepada mereka bahkan ia hanya ingin mengutamakan diri sendiri dengan segala sesuatu dan menjadi orang yang paling diperhatikan.

24. Kurang memperhatikan suami karena terlalu mencurahkan perhatian kepada anak-anak, atau sibuk berkunjung dan menelpon teman-teman atau sanak kerabat sehingga hak dan kebutuhan serta kewajiban terhadap suami terlantar. Demikian itu bisa menjadi sebab sang suami menikah dengan wanita lain lalu menjauhinya atau menceraikannya.

25. Memiliki tabiat dan perangai yang suka berubah-ubah dan sulit dikendalikan, terkadang bersikap murung dan bermuka masam namun seketika berubah menjadi ceria dan berseri-seri.

26. Sebagian isteri kurang bersyukur kepada Allah yang telah memberi nikmat suami yang shalih, sering menciptakan suasana yang memicu percekcokan dengan suami, susah menerima nesehat dan pengarahan hingga suami terpaksa menikah dengan wanita lain akhirnya suasana semakin keruh dan tidak bisa dikendalikan serta berakhir dengan perceraian.

27. Terkadang seorang wanita terkena penyakit was-was yang selalu menguji kecintaan suami dan memojokkan dengan berbagai macam permintaan, atau berpaling dan membangkang atau berpura-pura sakit atau pikiran kalut lalu meminta diajak keluar atau jalan-jalan yang mengeluarkan biaya besar sehingga permasalahan menjadi semakin ruwet dan sering menimbulkan percekcokan lalu berakhir dengan kebencian atau perceraian.

28. Terpengaruh oleh sinetron murahan dan film-film cengeng yang merusak akhlak rasa malu sehingga membuat sang isteri berani melawan dan menentang sang suami serta meminta berbagai macam model pakaian.

29. Boleh jadi seorang isteri mandul atau sakit sehingga tidak mampu memenuhi hak-hak suaminya namun ia juga menolak suaminya menikah lagi akhirnya sang suami berada dalam posisi serba sulit, antara menceraikan sang isteri sehingga menambah parah penyakitnya atau terus-menerus hidup seperti itu.

30. Mempermahal mahar, banyak tuntutan materi, senang hidup boros dan mubadzir. Gemar membeli berbagai macam pakaian dan perabot rumah tangga yang kurang bermanfaat akhirnya terbuang di tong sampah dengan sia-sia, atau membeli berbagai perhiasaan emas di luar kebutuhan, kemudian dijual lagi dengan harga yang sangat murah sehingga sang suami mengalami kerugian dan kehabisan harta dan tidak mampu lagi menanggung beban kebutuhan rumah tangga dan tuntutan sang isteri akhirnya muncul percekcokan dan perselisihan. Seandainya seorang wanita rela dengan mahar yang sedikit maka bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain yang lebih penting. Jika seorang wanita menerima mahar cukup besar maka hendaklah ditabung, atau dibuat modal usaha lalu sebagian dari hasil usaha bisa digunakan untuk simpanan hari tua dan sebagian lain disedekahkan sehingga memberi manfaat bagi semua pihak baik keluarga maupun dirinya sendiri maka Rasulullah bersabda:

“Pernikahan yang paling berkah adalah yang paling murah beban biayanya.” (H.R Ahmad)

Dan Nabi bersabda:

“Wanita yang paling berkah adalah yang murah maharnya.” (H.R Hakim)

31. Berkhianat dalam kesucian dan harga diri sehingga menyalurkan kebutuhan seksual dengan cara yang diharamkan Allah. Allah berfirman:

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Furqan 68-70)

Wahai Saudariku wanita muslimah, jauhkanlah diri kalian dari tabiat buruk dan perangai tercela di atas dan hiasilah hidupmu dengan akhlak yang mulia, perangai yang terpuji, prilaku yang baik dan kebiasaan terhormat. Karena sebaik-baik manusia adalah orang yang terbaik bagi keluarganya, kemudian lingkungan sekitarnya dan mampu memberi manfaat bagi orang lain.

***

07/05/2010

Ujian buat Si Belang, Si Botak dan Si Buta.


Abu Hurairah r.a. telah mendengar Nabi saw bersabda, “Ada tiga orang dari Bani Israil yaitu si Belang, si Botak dan si Buta ketika Allah akan menguji mereka, Allah mengutus Malaikat berupa manusia. Maka datanglah Malaikat itu kepada orang yang belang dan bertanya, “Apakah yang kau inginkan?” Jawabnya, “Kulit dan rupa yang bagus serta hilangnya penyakit yang menyebabkan orang-orang jijik kepadaku.” Maka diusaplah orang itu oleh Malaikat. Seketika itu juga hilanglah penyakitnya dan berganti rupa dan kulit yang bagus, kemudian ditanya lagi, “Kekayaan apakah yang engkau inginkan?” Jawabnya, “Unta.” Maka diberinya seekor unta yang bunting sambil didoakan, BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah memberkahimu pada kekayaanmu itu).” Kemudian datanglah si Malaikat itu kepada si Botak dan bertanya, “Apakah yang engkau inginkan?” Jawabnya, “Rambut yang bagus dan hilangnya penyakitku yang menyebabkan kehinaan pada pandangan orang.” Maka diusaplah orang botak itu lalu seketika itu juga tumbuhlah rambut yang bagus. Kemudian ditanya lagi, “Kini kekayaan apa yang engkau inginkan?” Jawabnya, “Lembu.” Maka diberinya seekor lembu yang bunting sambil didoakan, “BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah memberkahimu pada kekayaanmu itu).” Lalu datanglah Malaikat itu kepada si Buta dan bertanya, “Apakah yang engkau inginkan?” Jawabnya, “Kembalinya penglihatan mataku supaya aku dapat melihat orang.” Maka diusaplah matanya sehingga dapat melihat kembali. Selanjutnya dia ditanya pula, “Kekayaan apa yang engkau inginkan?” Jawabnya, “Kambing.” Maka diberinya seekor kambing yang bunting sambil didoakan “BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah memberkahimu pada kekayaanmu itu).”

read more »

07/05/2010

Rakus Hati


Dari Abdullah Bin ‘Abbas dan Anas Bin Malik R.A. berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Andaikan seorang anak Adam (manusia) mempunyai satu lembah dari emas pasti ia ingin mempunyai dua lembah dan tidak ada yang dapat menutup mulutnya (menghentikan kerakusannya kepada dunia) kecuali tanah (maut). Dan Allah berkenan memberi taubat kepada siapa yang bertaubat.”
(Bukhari – Muslim).

Itulah gambaran manusia yang  rakusnya hati manusia pada harta dunia. Jadi jangan heran bila pejabat mulai pejabat pemerintahan, dpr, polisi, jaksa, hakim dan lainnya berlomba-lomba dalam menumpuk harta kekayaan.

Dunia memang sangat mempesona dalam jerataanya untuk menipu manusia. Padahal dunia ini tidak kita bawa ke kubur, yang kita bawa hanya selembar kain putih saja.

Tag: , , ,
06/11/2010

Manusia Kurang Kerjaan


Hadis riwayat Anas Bin Malik RA.:
Dari RasulullahSAW, beliau bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya umatmu tak henti-hentinya bertanya: Kenapa begini, kenapa begini? Sampai-sampai mereka mengatakan: Allah menciptakan makhluk, lalu siapakah yang menciptakan Allah”.

74. Surah (72) Al-Jin ayat: 4

Dan bahwasanya: Orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah

Manusia adalah se sempurna-purnanya cipatan Allah dibandingkan makhluk lain. Manusia di beri anugrah nafsu dan akal untuk menjalani kehidupan di muka bumi ini. Nafsu di gunakan manusia untuk aktivitas sehari-hari mulai dari bekerja, makan, tidur dan berbagai aktivitas lainnya. Sedangkan akal digunakan untuk alat dan penunjang dalam beraktivitas.

read more »

04/28/2010

Sungguh Ahlak Yang Buruk Sekali


Cerita entah benar atau tidak yang saya ambil dari buku Falsafah Ahlak karya Murtadha Muthahhari. Kisah ini berawal dari perbincangan antara seorang pegawai dengan rekan kerjanya yang baru masuk kerja yang kejadiannya pada bulan ramadhan. Kisah ini saya muat karena tinggal beberapa bulan lagi menghadapi puasa. Kita tahu bersama puasa sebagai sebagai salah satu benteng kita dari untuk tidak berbuat akhlak yang buruk bukan sebagai pembenaran atas perbuatan kita yang tidak baik terhadap rekan kerja. Inilah kisahnya.
Hari itu hari pertama dari bulan puasa. Seperti biasanya aku pergi ke kantor dalam keadaan berpuasa. Hari itu juga merupakan hari pertama bagi seorang pegawai baru yang duduk di kantor kami. Kami belum saling mengenal. Dia juga berpuasa. Setelah beberapa jam dan saling mengenal dia berkata padaku:

read more »