Adakah Imanmu Sudah Benar…???


“Islam itu didirikan atas lima perkara.”

Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)” (al-Fath: 4),

“Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”(al-Kahfi: 13),

“Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.” (Maryam: 76), “Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya” (Muhammad: 17),

“Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya” (al-Muddatstsir: 31),

“Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya.” (at-Taubah: 124),

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka.” (Ali Imran: 173),

dan “Yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan (kepada Allah).” (al-Ahzab: 22)

Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah adalah sebagian dari keimanan.

Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Adi bin Adi sebagai berikut, “Sesungguhnya keimanan itu mempunyai beberapa kefardhuan (kewajiban), syariat, had (yakni batas/hukum), dan sunnah. Barangsiapa mengikuti semuanya itu maka keimanannya telah sempurna. Dan barangsiapa tidak mengikutinya secara sempurna, maka keimanannya tidak sempurna. Jika saya masih hidup, maka hal-hal itu akan kuberikan kepadamu semua, sehingga kamu dapat mengamalkan secara sepenuhnya. Tetapi, jika saya mati, maka tidak terlampau berkeinginan untuk menjadi sahabatmu.” Nabi Ibrahim a.s. pernah berkata dengan mengutip firman Allah, “Walakin liyathma-inna qalbii” ‘Agar hatiku tetap mantap [dengan imanku]’. (al-Baqarah: 260)

Ibnu Mas’ud berkata, “Yakin adalah keimanan yang menyeluruh.”

Ibnu Umar berkata, “Seorang hamba tidak akan mencapai hakikat takwa yang sebenarnya kecuali ia dapat meninggalkan apa saja yang dirasa tidak enak dalam hati.”

“Doamu adalah keimananmu sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya, “Katakanlah, Tuhanku tidak mengindahkan (memperdulikan) kamu, melainkan kalau ada imanmu.” (al-Furqan: 77). Arti doa menurut bahasa adalah iman.

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Iman itu ada enam puluh lebih cabangnya, dan malu adalah salah satu cabang iman.”

Hadits Web.

13 Komentar to “Adakah Imanmu Sudah Benar…???”

  1. pendatang baru….
    manusia tanpa iman sama dengan hidup tanpa arah dan tujuan…
    ‘kan kujadikan pencerahan bagi diriku yang hina… Thanks bang semoga Rabb mengampuni dosa dan khilafku. Amin

  2. Menyapa sahabat di Gorontalo
    Semoga saya menjadi semakin rendah hati dalam tutur kata, pikiran dan perbuatan.

    • Insya Allah Mbak di beri petunjuk dan Rahmat serta Hidayah dari Allah menjadi orang yang paling beriman.
      Terima kasih sapaannya.
      Semoga Mbak selalu dalam keadaan sehat wal ‘afiat.

  3. Assalaamu’alaikum mas Dahrun…

    Alhamdulillah, dapat kembali menyapa setelah sekian lama tidak berkunjung kemari. Senang membaca pesan dan ingatan baik dari posting ini kerana amatb mengesankan kita agar selalu menjaga iman dan takwa dalam apa jua hal yang melanda kehidupan ini. Tanpa keimanan pasti hidup kita dipenuhi dengan maksiat dan dosa. semoga iman kita selalu kuat dalam memperjuangkan kehidupan yang penuh pancaroba ini.

    Salam mesra selalu dari saya di Sarikei, Sarawak.😀

    • Terima kasih kembali atas kunjungannya.
      Iman adalah benteng kita dalam menghadapi serangan-serangan setan yang akan menjerumuskan kita dalam jurang neraka jahanam.
      Salam mesra kembali dari saya di Gorontalo.

  4. sepertinya saat ini malu yg sebagian dr iman, sudah tdk lagi ada di negeri kita ya Mas.
    duh, miris juga jadinya …………… 😦
    Semoga saja kita semua , masih punya rasa malu.
    salam

  5. sebagai salah satu cabang iman, malu agaknya sudah tdk lagi menjadi bagian dari karakter bangsa ini, mas marada. mereka yang merasa dirinya terhormat tak malu2 lagi pamer kekayaan di tengah jutaan rakyat yang hidup menderita yang diperleh dg cara2 korup dan tdk jujur. doh, makin repot aja, nih.

    • Iman yang merupakan pegangan hidup dalam bermasyarakat dan beragama kayaknya mulai terkikis oleh gelapnya hati di keranakan di tutupi manisnya harta dan kekuasaan. Jangan heran bila para pejabat tidak malu memamerkan bejatnya perilaku mereka di hadapan masyarakat. Dan ini merupakan pertanda akan banyaknya bencana yang akan menimpa negara ini.

  6. Berkunjung…

    apa kabar?

  7. Itulah manusia yang telah di mabuk kekuasaan dan kekayaan, hingga iman pun di gadaikan.
    Budaya malu akan hilang dari sanubari mereka.

  8. Yap sekarang budaya malu mah sering diabaikan jadi banyak orang yang tudak tahu malu sehingga korupsipun tidak lagi malu, malah membudaya je….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: