Halalkah Pekerjaan dan Hasil Keringat Anda?


Kita sehari-hari berkutat dalam pekerjaan mulai pagi hingga malam hari malah ada hingga pagi lagi. Semua itu untuk menghidupi kebutuhan hidup kita. Entah itu untuk menghidupi kebutuhan sendiri bagi yang bujangan atau untuk menghidupi kebutuhan keluarga bagi yang sudah berkeluarga. Pekerjaan yang kita lakoni apa itu haram atau halal, kita mendapatkan hasil dari hasil keringat pekerjaan itu.

Di bawah ini beberapa hadits yang membahas mata pencaharian dan hasil pencarian yang mungkin menjadi pembelajaran bagi kita semua. Semoga bermanfaat.

1. Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

2. Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya. (HR. Abu Zar dan Al Hakim)

3. Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad)

4. Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)

5. Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus (ditebus) dengan pahala shalat, sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dengan kesusah-payahan dalam mencari nafkah. (HR. Ath-Thabrani)

6. Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami)

7. Seorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu lebih baik dari seorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak. (Mutafaq’alaih)

8. Tiada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri. (HR. Bukhari)

9. Apabila dibukakan bagi seseorang pintu rezeki maka hendaklah dia melestarikannya. (HR. Al-Baihaqi)

Keterangan:

Yakni senantiasa bersungguh-sungguh dan konsentrasi di bidang usaha tersebut, serta jangan suka berpindah-pindah ke pintu-pintu rezeki lain atau berpindah-pindah usaha karena di khawatirkan pintu rezeki yang sudah jelas dibukakan tersebut menjadi hilang dari genggaman karena kesibukkan nya mengurus usaha yang lain. Seandainya memang mampu maka hal tersebut tidak mengapa.

10. Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki. (HR. Ath-Thabrani)

11. Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar)

12. Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu pagi hari mereka (bangun fajar). (HR. Ahmad)

13. Barangsiapa menghidupkan lahan mati maka lahan itu untuk dia. (HR. Abu Dawud dan Aththusi).

Pada intinya dalam bekerja untuk menghidupi diri kita dan keluarga harus benar-benar bersih dari unsur haram, agar tidak menjadi mendarah daging dalam tubuh kita yang kelak akan menambah tumpukan dosa-dosa yang kita perbuat selama ini. Selamat bekerja dan beraktivitas aja!!!!!

9 Komentar to “Halalkah Pekerjaan dan Hasil Keringat Anda?”

  1. Baca tulisan di blog ini jadi sejuk hatinya…terus berkarya untuk kebaikan seluaruh manusia…

  2. halal dan thayib… insha Allah…

  3. Poin nomor 2 jadi bahan bagus untuk para penjaja cinta…😐

  4. amiiin, semoga kita bisa menafkahi keluarga dengan rezeki yang berkah dunia akhirat. konon, anak2 yang dinafkahi dengan harta yang haram bisa membuat hati mereka jadi sekeras batu dan sulit ditembus petuah2 kebajikan hidup.

    • Jadi jangan heran kenapa anak-anak sekarang kelakuannya kayak macam tidak pernah di ajari moral oleh orang tua. Dulu saya di tegur oleh orang tua cuman lewat tatapan mata saja, tapi anak sekarang biarpun sudah di pukul berulang-ulang kali, tetap tak mendengar kata kata orang tua atau orang lain.

  5. Sesuatu yang haram bila kita makan secara terus menerus akan berkarat dalam tubuh kita dan akan susah membersihkannya walaupun dengan beribadah siang dan malam tanpa mengenal waktu. Dari sesuatu yang haram ini yang menimbulkan berbagai penyakit kronis dan akut yang susah di sembuhkan oleh dokter. Salam balik buat Bunda.

  6. setuju sekali Mas, rezeki yg haram jangan sampai masuk setitik pun pada anak istri kita, krn akan menjadikan mereka buas dan kejam.
    Allah swt telah menyiapkan segala sesuatunya utk kita menjemput rezeki yg halal .
    Semoga Allah swt memudahkan kita ya Mas.
    salam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: