Dunia Dalam Genggaman


Di dalam Hadist Qudsi, Allah SWT berfirman :”Wahai anak Adam !,
• Jadilah orang yang qana’ah maka kamu akan menjadi orang kaya;
• Tinggalkan hasad, niscaya kamu akan berbahagia;
• Jauhilah perkara haram, itu berarti kamu telah membersihkan agamamu;
• Barangsiapa tidak menggunjing, hal itu akan melahirkan cintaku KepadaNya;
• Barangsiapa meninggalkan manusia, maka ia akan selamat darinya;
• Barangsiapa sedikit bicara, maka sempurnalah akalnya;
• Barang siapa yang ridha dengan harta yang sedikit, berarti ia telah percaya dan yakin kepada Allah”;
• “Wahai Anak Adam!, mengapa tidak kamu amalkan apa yang kamu ketahui. Mengapa kamu mencari pengetahuan yang tidak kamu ketahui”.
• “Wahai Anak Adam!, Kamu telah berbuat (kebajikan) di dunia seolah-olah tidak akan mati, dan mengumpulkan harta seolah akan hidup selamanya”.
• “Wahai dunia, janganlah engkau memberi kepada orang yang ambisi kepadamu, tetapi carilah orang yang zuhud. Bermanis-manislah terhadap orang yang memandangmu”

Marilah kita orang yang pertama yang bersyukur atas segala ketetapan yang Allah berikan kepada kita, tidak iri hati terhadap orang lain, meninggalkan berbau haram atau syubhat, menjauhi manusia yang tak berakhlak, tidak banyak bicara, tidak kemaruk harta dunia, mengamalkan ilmu berguna yang kita dapatkan dengan mengajarkannya, berbuat kebajikan sebagai bekal kita di akhirat nanti serta zuhud kepada dunia yang penuh kemilauan.

Dengan mengamalkan hadist qudsi di atas akan menjadikan kita mendapat predikat manusia paling sempurna/ Insan Kamil di mata Allah SWT. Hidup ini indah tapi akan lebih indah bila kita menjadi manusia yang dikasihi Allah SWT.

4 Komentar to “Dunia Dalam Genggaman”

  1. Subhanallah, apa lagi g kurang?
    Allah swt telah menyipkan segalanya utk kita, sesungguhnya nikmat mana lagi yg kau dustakan.
    salam

    • Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul ( Surah (17) Al-Israa’ ayat: 15)

  2. Insan kamil dalam tataran aplikasinya menurut saya adalah penyerahan diri seutuhnya dalam beribadah kepada Allah SWT tanpa adanya keluhan. Selain menjalin hubungan secara vertikal secara totalitas, juga harus menjalin hubungan yang baik secara horizontal. Dua-duanya harus seimbang dan tidak boleh pincang.

  3. insan kamil, itulah dambaan setiap hamba Allah, mas marada, meski tidak bisa sempurna 100%, semoga kita bisa mengikuti jejak para ambiya wal mursaliin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: