Bagaimana Memenuhi Hak-Hak Anak Kita?


Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan

kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (QS An-Nisa [4] : 1)

“Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik.” (QS An-Nahl [16] : 72)

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS Asy-Syura [42] :49-50)

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS Al-Kahfi [18] : 46)

Inilah hak-hak anak yang harus kita penuhi :

1. Memilih nama yang baik untuk anak

2. Melakukan Aqiqah untuk anak.

Dari Muhammad Bin Sirin: Salman Bin Amir Ad-Dabbi menceritakan kepada kami, ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Aqiqah dilakukan bagi anak yang baru lahir. Maka cucurkan darah untuknya dan hindarkan keburukan darinya.”

3. Menyusuinya

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS al-Baqarah [2] : 233)

4. Membiayai kehidupannya

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya” (QS Al-Baqarah [2] : 233)

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka;” (QS Al-An’am [6] : 151)

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (QS Al-Isra

[17] : 31)

Anas bin Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menghidupi dua anak perempuan hingga mereka dewasa akan datang pada hari kiamat akan datang bersamaku (seperti ini).” Lalu beliau SAW merapatkan kedua jarinya

5. Adil dalam memberikan hadiah

Amir meriwayatkan: Saya mendengar Nu’man Bin Basyir berkata ketika dia berada di atas mimbar: “Suatu kali ayahku memberiku hadiah tetapi Amrah Binti Rawahah (yakni ibuku) berkata dia tidak setuju kecuali ayahku menjadikan Rasulullah SAW untuk hal itu. Maka ayahku pergi menemui Rasuullah SAW dan berkata: ‘Saya memberi anakku dari Amrah Binti Rawahah hadiah, tetapi dia memintaku untuk menjadikanmu saksi, ya Rasulullah.’ Beliau SAW bertanya kepadanya: ‘Apakah kamu memberikan hadiah kepada seluruh anakanakmu hadiah yang sama?’ Ayahku menjawab: ‘Tidak.’ Maka Rasulullah SAW bersabda:’Takutlah kepada Allah dan bersikap adillah kepada anak anakmu.’ Maka ayahku datang dan mengambil kembali hadiah tersebut.”

6. Memerintahkan mereka untuk shalat dan bersabar atasnya.

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.(QS Thaha [20] : 132)

Amr bin Syu’aib meriwayatkan dari ayahnya yang meriwayatkan dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Perintahkan anakmu untuk shalat ketika mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka (jika menolak) ketika berumur sepuluh tahun, Dan pisahkanlah tempat tidurnya.”

7. Berhati-hati dengan doa terhadap mereka

Ubadah Bin Shamit _ meriwayatkan dari Jabin Bin Abdullah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jangan mendoakan kejelekan bagi diri kalian. Dan jangan mendoakan kejelekan terhadap anakmu. Dan jangan mendoakan kejekan bagi harta kalian. Jangan sampai ia bertepatan dengan saat Allah yang jika dimintai sesuatu pasti akan Dia kabulkan.”

8. Memerintahkan untuk menahan anak-anak pada waktu dimana Jinberkeliaran.

Jabir _ meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Bila malam telah tiba, tahanlah anak-anakmu, karena sesungguhnya setan bertebaran pada saat itu. Maka jika waktunya telah lewat, maka kalian boleh melepaskannya. Dan tutuplah pintu dan sebutlah nama Allah. Matikan lampu dan sebutlah nama Allah. Tutuplah semua wadah, dan sebutlah nama Allah – meskipun kamu hanya meletakkan sesuatu di atasnya.”

9. Menunjukkan mereka pada teman-teman yang baik dan mengingatkan mereka dari teman-teman yang buruk.

Abu Musa RA meriwayatkan bahwa RasulullahS AW bersabda: “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Dari penjual minyak wangi, kamu akan membeli minyak wangi atau menikmati harum baunya, manakala dari pandai besi kamu akan membakarmu atau pakaianmu atau kamu akan mencium bau busuk darinya.

10. Berlaku Pemaaf dan berbelas kasih terhadap mereka.

Urwah bin Az-Zubair RA meriwayatkan meriwayatkan bahwa Aisyah Radhiallahuanha, isteri Nabi SAW meriwayatkan kepadanya dan berkata: “Seorang wanita datang kepadaku dengan dua anak kecil meminta sesuatu dan tidak ada sesuatu padakaku kecuali sebutir kurma, maka saya memberikan kepadanya. Wanita itu mengambilnya dan membaginya dengan dua anak perempuannya. Kemudian ia bangkit dan pergi. Ketika Nabi SAW masuk, saya menceritakan apa yang terjadi. Maka beliau bersabda: “Barangsiapa yang diserahi tanggung jawab terhadap dua anak perempuan dan baik bagi mereka, merek  akan menjadi pelindung baginya dari api neraka.

Az-Zuhri meriwayatkan: Abu Salamah Bin Abdir-Rahman menceritakan kepada kami bahwa Abu Hurairah RAberkata: “Rasulullah SAW pernah mencium Al-Hasan Bin Ali ketika Al-Aqra Bin Habis At-Tamimi duduk di sampingnya, kemudian Al-Aqra berkata: “Saya memiliki sepuluh orang anak dan saya tidak pernah mencium satu orang pun dari mereka.” Rasulullah SAW melihatnya kemudian bersabda: “Barangsiapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi.

Aisyah Radhiallahu Anha meriwayatkan bahwa suatu ketika seorang laki-laki Badui datang kepada Nabi SAW dan berkata: “Kalian mencium anak-anak kalian tetapi kami tidak.” Maka Nabi SAW bersabda: ”Apakah saya kuasa menahan untukmu kasih sayang yang Allah cabut dari hatimu?.

11. Menjadi suri tauladan yang baik bagi mereka

Anas Bin Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap Mulsim

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anakanakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi

Allah-lah pahala yang besar.” (QS At-Taghabun [64] : 14 – 15)

Kemudian Allah menyatakan di bagian lain dalam Al-Qur’an bahwa

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu

melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian

maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun [63] : 9)

Al-Hasan RA meriwayatkan Ubaidullah Bin Ziyad pergi menemui Ma’qil Bin Yassar ketika dia menderita sakit yang menyebabkan kematiannya. Ma’qil berkata: “Sungguh saya akan meriwayatkan hadits kepadamu yang saya dengar dari Rasulullah SAW. Saya mendengar Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang Allah berikan tanggungjawab (memimpin) atas suatu kaum, kemudian dia gagal memperhatikan mereka dengan adab yang baik, kecuali bahwa dia tidak akan mencium wangi surga.”

Rasulullah SAW telah memerintahkan kita untuk menghindari fitnah ini. Hudzaifah RA meriwayatkan: “Suatu hari kami duduk bersama Umar RA ketika dia bertanya kepada kami: “Siapa diantara kalian yang ingat perkataan Rasulullah SAW mengenai fitnah?” Saya berkata: “Saya, persis seperti apa yang beliau SAW katakan.” Dia berkata: “Sesungguhnya engkau adalah seorang yang pemberani.Kamu sangat cepat menjawab.” Saya berkata (Rasulullah bersabda): “Seorang laki-laki akan dicoba dengan keluarganya, harta kekayaannya,

anak-anaknya dan tetangganya, dapat dihapus dengan shalat, puasa,

sedekah dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.

7 Komentar to “Bagaimana Memenuhi Hak-Hak Anak Kita?”

  1. Teeimakasih banyak utk pencerahannya,Mas.
    Semoga bunda mampu menjadi ortu yg mendidik dan membesarkan anak2 seperti yg dikatakan Allah swt diatas,amin.
    salam

  2. semoga kelak aku juga bisa memenuhi kwajiban pada anak2ku
    moga ajah amiennn🙂

  3. Assalaamu’alaikum

    Subhanallah…. pesanan dan peringatan yang amat mengesankan mas. Hebat dan berat tanggungjawab ibu bapa dalam memenuhi hak-hak anak. Namun masih ramai orang tua yang memandang remeh dan mengabaikan anak-anak mereka. Anak adalah anugerah Allah, satu amanah yang berat yang akan ditanya Allah akan kewajiban kita dalam memenuhi keperluan lahir dan batin mereka. anak jugalah menjadi penyiram wangi kesegaran pada kehidupan akhirat kita.

    Alhamdulillah… walau tidak sempurna apa yang diberika kepada anak-anak, saya berpuas hati melihat perkembangan fizikal, intelektual, emosi dan rohani mereka. tidak mudah mendidik anak-anak di zaman digital yang punya pelbagai ragam cabaran.

    Semoga Allah selalu memudahkan kita dalam memenuhi tanggungjawab kepada anak-anak. Salam mesra dari saya dan semoga dirahmati Allah hendaknya.

    • Selama ini orang tua hanya memberikan materi saja pada anaknya, tanpa memberikan sentuhan kasih sayang. Tidak memantau perkembangan psiklogi anak sehingga di luaran mereka terjerat dengan narkoba, kejahatan dan lain-lain. Ini hasil sebagian yang saya dilihat di sekitar saya. Terima kasih atas komentarnya. Salam buat keluarga di Malaysia.

  4. Kita semua saling tolong menolong dalam kebaikan dan saling memperingatkan dalam kemungkaran. Terima kasih atas kunjungannya.

  5. Makasih Bravo atas masukannya,,pasti akan saya laksanakan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: