Matrenya Pasanganku


Dari Abi Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena agamanya, nasabnya, hartanya, dan kecantikannya. Perhatikanlah agamanya, maka kamu akan selamat.” (HR. Bukhari, Muslim).

Ketika saya menyaksikan acara televisi  di stasion TV Indosiar  yakni Take Me Out Celebrity yang menghadirkan peserta selebriti cewek Indonesia serta kontestannya seorang artis cowok yang sangat top waktu itu dengan memerankan tokoh Jaka Tingkir, saya sangat terhenyak dan terharu akan kisah rumah tangganya yang kandas di tengah jalan.

Dian Sidik nama artis cowok tersebut. Dia mengisahkan ketika masih top dan naik daun sebagai selebriti kehidupan rumah tangganya sangat bahagia, apalagi di tambah dengan kehadiran anak laki-laki maka lengkaplah kebahagiaan hidupnya. Namun seiring waktu berlalu dia mulai kurang mendapat job sebagai artis disitulah kehidupan rumah tangganya mulai retak. Istrinya seorang yang sangat matearistik tidak menerima keadaan dia yang tidak populer lagi sebagai artis sinetron. Dian Sidik mengatakan motto istrinya “Ada uang abang sayang, tidak ada uang abang melayang”. Dari pandangan hidup tersebut istrinya mengusir dia dari rumah serta jauh dari anaknya.

Dengan berat hati dia meninggalkan istri dan anaknya yang begitu dia cintai, tapi mau apalagi istrinya hanya mencintai dia bila punya uang banyak. Kini sudah hampir dua tahun dia belum ketemu anaknya, sayangnya dia tidak punya uang karena bila ketemu anaknya harus punya uang banyak.

Marilah kita ambil pelajaran dari kisah ini. Bila Anda masih bujang jika hendak menikah maka hati-hati dalam memilih jodoh nanti. Alangkah baiknya memilih jodoh karena agamanya bukan dari cantiknya, harta dan kedudukannya. Apabila sudah menikah maka kita mensyukuri apa yang Allah SWT telah berikan pada kita, biarpun pasangan kita punya seribu satu kekurangan.

6 Komentar to “Matrenya Pasanganku”

  1. perempuan saat ini banyak yg cenderung realistis mas Dahrun, padahal realistis itu dekat dengan matrealistis..

    saya sebagai perempuan, waktu awal perkenalan dgn calmi, dia menguji ke’matre’an saya dgn mengaku berpangkat kopral.. gaji pas2an, masih harus menanggung biaya adiknya sekolah… dan karena saya memang bukan tipe “doyan shopping” ya oke2 saja..😀 niat baik dia untuk menikahi saya dan setelah konsultasi dgn orangtua, menjadikan saya mantap untuk mengiyakan ajakannya, walaupun dia bilang berkali-kali dan “prajurit = prasaja jujur IRIT” dan “TNI AD = Terima Nasib Ini Apa Adanya”🙂

    salam

    • Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.
      Alhamdulillah Mbak Nandini mendapatkan suami yang layak mendampingi Mbak hingga akhir hayat, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, amin.

  2. Al-Quran dan hadis adalah petunjuk kita dlm kehidupan, baik di dunia mapun akhirat nantinya.
    Sesungguhnya hadis diatas, telah mengajarkan kita, kenapa kita tak mengambilnya?
    salam

  3. itulah repotnya punya isteri matrek, mas marada. kalau bisa sih empat hal yang disarankan ketika hendak menikahi perempuan terpenuhi. namun, agaknya terlalu sulit. maka, yang perlu diutamakan adalah agamanya.

    • Itulah takdir perjalanan hidup. Kita tidak tahu bagaimana sisi terdalam dari seorang wanita. Terkadang dalam masa perkenalan mereka menampakkan sisi terbaik dari kehidupan mereka tidak terkecuali laki-laki pun demikian. Pada akhirnya ketika menikah dan menjalani bahtera rumah tangga mulai nampak watak asli mereka.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: