Mencintai Allah dan Makhluk Semesta


Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. : Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Manakala Allah mencintai seseorang, Dia akan memanggil Jibril seraya berkata, “Aku mencintai si Fulan. Wahai Jibril cintai pula dia”. Jibril pun mencintai orang itu dan mengumumkannya kepada semua penduduk langit. Allah mencintai si Fulan, maka cintai pula dia oleh kalian semua, maka semua penduduk langit mencintai orang itu, dan kemudian dia memperoleh kesenangan-kesenangan dari penduduk bumi. [HR Bukhari]

Alangkah sungguh suatu kebahagiaan yang tak terkira bila kita di cintai oleh Allah, malaikat dan seluruh alam dan seisinya. Kita di muliakan Allah di hadapan malaikat dan makhluk-makhluk-Nya.

Selama ini manusia berlomba-lomba melakukan ibadah yang diperintahkan dan di wajibkan kepadanya agar bisa di cintai oleh Allah. Namun belum tentu dia akan mencintai umatnya tersebut.

Pada dasarnya agar kita di cintai oleh Allah dan makhluk di alam semesta ini yakni:

1. Cintai Allah dengan mengerjakan apa yang diperintahkan dengan segala kesungguhan hati dengan kondisi dan waktu apapun.

2. Cintai manusia sesama tanpa memandang SARA dengan sepenuh jiwa. Saling tolong menolong dalam kebaikan dan saling memperingatkan dalam kemungkaran

3. Cintai makhluk dan alam di sekitar kita dengan memelihara dan menjaga kelestarian makhluk dan alam sekitar tersebut.

Adapun tanda-tanda kita di cinta oleh Allah yakni:

1. AKU letakkan di hati mereka Cahaya-KU, maka mereka bercerita tentang-KU, sebagaimana AKU bercerita tentang mereka.
2. Sekiranya langit dan bumi seukuran mereka, niscaya AKU serahkan kepada mereka.
3. AKU sendirilah yang menghadapi mereka. Hai orang yang AKU hadapi, apakah seseorang mengetahui apa yang akan AKU kurniakan untukmu ? “

Akhirnya semoga kita menjadi salah satu manusia yang di cintai oleh Allah dan makhluk semesta, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

4 Komentar to “Mencintai Allah dan Makhluk Semesta”

  1. aku sangat menginginkan cinta dari Sang Maha Pemberi Cinta
    salam

  2. tulisan mas marada memang selalu reflektif dan selalu mengingatkan saya tentang makna kearifan dan kesejatian hidup. terima kasih pencerahannya, mas, semoga kita benar2 menjadi hamba yang dicintai-Nya, amiiin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: