Sungguh Ahlak Yang Buruk Sekali


Cerita entah benar atau tidak yang saya ambil dari buku Falsafah Ahlak karya Murtadha Muthahhari. Kisah ini berawal dari perbincangan antara seorang pegawai dengan rekan kerjanya yang baru masuk kerja yang kejadiannya pada bulan ramadhan. Kisah ini saya muat karena tinggal beberapa bulan lagi menghadapi puasa. Kita tahu bersama puasa sebagai sebagai salah satu benteng kita dari untuk tidak berbuat akhlak yang buruk bukan sebagai pembenaran atas perbuatan kita yang tidak baik terhadap rekan kerja. Inilah kisahnya.
Hari itu hari pertama dari bulan puasa. Seperti biasanya aku pergi ke kantor dalam keadaan berpuasa. Hari itu juga merupakan hari pertama bagi seorang pegawai baru yang duduk di kantor kami. Kami belum saling mengenal. Dia juga berpuasa. Setelah beberapa jam dan saling mengenal dia berkata padaku:

“Kawanku! Aku ingin memberitahumu tentang sesuatu”. “ Silahkan!” kataku.
“Sebelumnya saya minta maaf pada Anda, karena saya harus mengatakan hal ini. Saya mempunyai sifat yang buruk. Setiap bulan puasa, saya selalu marah dan ketika marah, maka saya tidak dapat mengendalikan apa yang saya katakan; serapahan, cacian, makian, keluar dari mulutku, dan mungkin saja di bulan puasa ini Anda juga kena serapahan saya. Oleh karena itu saya minta maaf sebelumnya. Maklumlah bulan puasa!”
Di benak saya terbesit, aneh juga orang ini. Orang ini datang pada hari pertama bulan puasa mengemukakan alasannya dan sekarang saya harus bersabar selama sebulan penuh untuk mendengarkan serapahan dan caciannya.
Saya pun mengatakan, “Kebetulan akhlak saya juga demikian, bahkan lebih jelek lagi. Ketika saya marah, bukan hanya lidah yang tidak dapat saya kendalikan, akan tetapi tangan pun ada kalanya beterbangan. Maafkanlah kalau sekiranya saya melempar kursi pada Anda”. Orang itu terperanjat dan menanggapinya dengan berkata: “Sungguh akhlak yang buruk sekali”.
“Nah, sebaiknya kita berdua saling waspada, “ kataku datar.
Menurut Anda bagaimana tanggapan dengan cerita di atas. Mohon tanggapannya!!!

2 Komentar to “Sungguh Ahlak Yang Buruk Sekali”

  1. he..he..he..he..he………… Terima kasih

  2. hehehe … ternyata sama2 pemarah, haks. tapi bagus juga nih, mas sbg trik utk bisa mengendalikan orang yang suka marah2. jangankan di bulan ramadhan, di luar ramadhan pun kita juga perlu mengendalikan emosi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: