Merekontruksi Moral Bangsa Lewat Kecerdasan Qur’anic


Negara kita sekarang di pertontonkan dengan kelakuan para pejabat negara yang begitu

bejat lewat berbagai kasus korupsi, penggelapan pajak,makelar kasus di pengadilan dan kepolisian serta berbagai kasus lainnya. Kelakuan para pejabat negara tersebut di karenakan tiadanya moral dalam menjaga amanah pekerjaan mereka walaupun mereka di bawah sumpah agama sesuai dengan keyakinan mereka.

Hal ini membuat miris Pandir Hulodu. Pandir berpikiran kelakuan para pejabat tersebut karena tidak adanya kecerdasan qur’anic yang meliputi kecerdasan ruh,hati dan otak dalam dirinya. Lewat kecerdasan qur’anic akan menjadi pondasi utama dalam merekontruksi ulang moral bangsa khususnya para pejabat negara.

Meminjam sedikit isi buku Qur’anic Quotient karya Dedhi Suharto, Ak di situ di jabarkan bahwa tolak ukur kecerdasan Qur’anic yakni keikhlasan, kesabaran dan kesyukuran.

Lewat keikhlasan dalam menerima jabatan yang di amanatkan negara akan membuat kita bekerja dengan sungguh sepenuh hati tanpa mengharapkan imbalan yang lebih. Sadar akan tanggung jawab yang besar ada di pundak dalam melaksanakan tugas negara sehingga potensi penyelewengan atas tugas yang di amanatkan akan sangat kecil bahkan tidak ada.

Raya syukur atas amanat pekerjaan yang di berikan negara akan membuat kita menjaga pekerjaan dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Tidak memperkaya diri dan menerima apa adanya fasilitas yang diberikan oleh negara kepada kita. Serta memotivasi diri kita untuk lebih berkarya lebih banyak untuk negara dan bangsa.

Kesabaran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab akan menghindari dari rasa stress dan rasa bosan dari pekerjaan yang menumpuk juga sabar dari berbagai godaan dari berbuat korupsi atau penyelewengan jabatan. Sabar dari berbagai rongrongan, hasutan baik itu dari rekan kerja atau dari lingkungan keluarga maupun pihak lainnya agar tidak memperkaya diri atau berbuat korupsi.

Semua tolak ukur Quranic Quotient tersebut bila kita terapkan dalam lingkunan kerja dan kehidupan sehari-hari akan membuat kita sukses dalam dunia kerja. Kita akan di kenal sebagai pejabat yang bertanggung jawab, bersih dari berbagai penyelewengan. Tenaga kita akan di pakai terus hingga akhir hayat kita. Dan bahkan mungkin kita akan di beri gelar pahlawan nasional.

Pandir Hulodu menerawang jauh memikirkan nasib bangsa dan negara ini yang terpuruk.

Semoga para pejabat negara yang nun jauh disana sadar akan perbuatan mereka yang menyengsarakan rakyat dan negara. Amin.

6 Komentar to “Merekontruksi Moral Bangsa Lewat Kecerdasan Qur’anic”

  1. jabatan adalah amanah yg hrs dijaga dengan baik,
    kalau saja para pejabat itu tau artinya menjaga amanah, maka tdk akan terjadi yg namanya korupsi ataupun penggelapan.
    memang benar moral dan akhlak lah yg hrs diperbaiki,
    krn Rasulullah saw diturunkan utk memperbaiki akhlak manusia.
    salam

  2. wah, saya sudah apatis dengan perilaku korup para pejabat, mas marada. sebenarnya kecerdasan quranic berbasiskan keikhlasan, kesabaran dan kesyukuran, bia menjadi solusi jitu. sayangnya, para pejabat sering mabuk ketika berada di puncak kekuasaan.

  3. Hanya pengadilan akhirat yang jadi penentu semua itu, karena pengadilan dunia hanya semu semtata.
    Terima kasih atas kunjungan baliknya.

  4. Semoga para pejabat tidak bertindak nekad kayak penjahat ya mas, biar rakyatnya tidak semakin melarat. Tunggu aja pengadilan mereka di akherat. Pasti kualat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: