Dimanakah Kecerdasan Anda?


Cerita ini mulai dari kisah si Pandir Hulodu yang melakukan perjalanan mencari hakekat ke-Tuhan-an, kemanusian dan berbagai hal yang berhubungan dengan pengetahuan.

Hari ini begitu gelapnya di luar, awan berarak-arak pertanda akan hujan. Daripada berkeliaran di luar tidak tahu tujuan di tambah mau hujan, mendingan Pandir membaca buku untuk luasin pengetahuan. Pandir menuju lemari ayahnya dan matanya tertuju pada buku  Qur’anic Intelligence Quotient karya Dedhi Suharto, Ak edisi revisi cetakan kedua bulan Maret 2006 terbitan FBA Press. Di bukanya halaman 85 serta membacanya.

Pada saat ini kita telah mengenal adanya tiga kecerdasan. Ketiga kecerdasan itu adalah kecerdasan otak (IQ), kecerdasan hati (EQ) dan kecerdasan ruh (SQ). Kecerdasan-kecerdasan tersebut memiliki fungsi masing-masing yang kita butuhkan dalam hidup di dunia ini.

Pandir bergumam ternyata pintar itu ada banyak macamnya, yaa? Pandir kembali membaca buku di tangannya. Kecerdasan otak berguna untuk memecahkan masalah-masalah (problem solving) yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan hati berguna untuk mensikapi pengaruh eksternal terhadap kenyamanan diri kita. Adapun kecerdasan ruh untuk mensikapi pengaruh internal terhadap ketentraman diri kita.

Wah kalau Pandir ini pintar di bagian mana, ya? Tapi di tilik-tilik Pandir ini pintarnya di hati aja, kalau otak Pandir ini bodohnya minta ampun, kalau bersama teman-teman sering di bohongin dan di akalin, maklum hanya tamatan SD. Namun Pandir suka bersedekah, banyak menolong orang kesusahan, tidak pelit, sombong, rajin sholat. Mending pintar hati daripada pintar otak namun tipu sana tipu sini kayak kayak pejabat dan anggota DPR yang sering koruptor.

Ketiadaan kecerdasan otak akan mengakibatkan kita kesulitan dalam memecahkan masalah-masalah yang kita hadapi. Ketiadaan kecerdasan hati akan mengakibatkan ketidaknyamanan kita baik ketidaknyamanan jasad maupun ketidaknyamanan perasaan. Adapun ketiadaan kecerdasan ruh akan mengakibatkan hilangnya ketenangan batin dan pada akhirnya akan mengakibatkan hilangnya kebahagiaan pada diri orang tersebut.

Jadi pada dasarnya hidup harus memiliki tiga kecerdasan dalam mengarungi bahtera kehidupan sehingga dalam menghadapi gelombang dan badai permasalahan dan kesulitan kita mampu mengatasinya dengan mudah  sehingga tidak terjerumus pada hal-hal yang buruk yang akan merusak diri kita sendiri.

Pandir mengembalikan buku ayahnya ketempat semula kemudian beranjak menuju kamar untuk tidur. Malam telah larut dan di luar hujan turun begitu derasnya di selingi petir yang menyambar-nyambar.

6 Komentar to “Dimanakah Kecerdasan Anda?”

  1. orang yg cerdas otak dan hati,insyaallah akan menjadi orang yg sukses dunia akhirat
    salam

    • Penggabungan dua kecerdasan akan menjadi titik penentu keberhasilan untuk meraih sukses. Ketiadaan dalam salah satu kecerdasan akan jadi pincang dalam melangkah.
      Wa ‘alaikum salam.

  2. o… kalau gitu aku bisa IQ. nilai IQ ku 118. sedikit ya.. karena aku sudah membuang hatiku.

  3. postingan yang mencerahkan, mas marada. makanya, dunia pendidikan sekarang mesti didesain ulang. jangan hanya otak kiri saja yang mesti dikembangkan, tapi juga otak kanan dan hati, agar generasi masa depan negeri ini benar2 berkarakter.

    • Dalam dunia pendidikan terutama para guru masih perlu pembenahan dalam sistem pengajaran, khususnya dalam pendekatan kepada murid-murid. Makanya mereka perlu mengikuti diklat yang ada hubungannya dengan pengembangan diri sehingga pengajaran mereka akan lebih terarah pada pengembangan moral selain pengembangan akademik.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: