Mati Dalam Fana


Musyahadah dengan melalui mati, seperti Sabda Nabi SAW “Rasakanlah mati sebelum engkau mati”. Dalam kitab Hikam Abu Ma’jam berkata: “Barang siapa yang tidak merasakan mati, niscaya ia tidak dapat melihat Allah” Jadi maksud mati ialah hidupnya hati dan tiada saat kehidupan hati melainkan saat matinya nafsu. Selanjutnya dalam kitab Al-Hakim yang artinya: “Tiada jalan masuk/musyahadah dengan Allah kecuali dengan melalui pintu mati, salah satu dari pintu itu adalah Fanaul Akbar yaitu mati tabi”.
Pengertian matinya nafsu untuk hidupnya hati dapat di tempuh pada empat tingkat yakni:
1. Mati Tabi’i

Mati tabi’I merupakan pintu pertama musyahadah dengan Allah. Mati ini berlangsung saat seseorang melakukan zikir Qalbi dalam zikir Lataif. Dengan karunia Allah, ia fana/lenyap pendengaran secara lahir, tapi secara bathin mendengar zikir Allah…Allah….
Pada tingkatan ini, mula-mula hati berzikir kemudian beralih ke mulut dan lidah, akhirnya berzikir dengan sendirinya. Dalam tahap ini perasaan mulai hilang/mati tabi’I, akal dan pikiran tak berfungsi lagi. Disini mulai masuknya ilham berupa Nur Ilahi dalam hati dan seolah-olah telah berhadapan dengan Allah. Telinga batin yang berfungsi disini dan hati mulai berbisik “ INNANII ANAA ALLAH”. Karena suara hati qalbi naik ke mulut, maka dengan sendirinya lidah bergerak mengucapkan ALLAH…ALLAH. Pada tanjakan-tanjakan batin seperti ini mulai memasuki pintu fana yang pertama yakni fana fil af’al dan tajali fil af’al. Hal ini disebabkan oleh tuntunan dari Allah, seperti dalam firmannya “Tiada perbuatan, gerak dan diam seseorang selain Allah”.

2. Mati Maknawi
Mati maknawi terjadi pada saat seseorang melakukan zikir Latifatul Roh dalam zikir Lataif. Dalam kondisi mati maknawi, penglihatan secara lahiriah hilang lenyap dan seolah-olah semua pendengaran telah di kuasai oleh mata hati. Maka zikir Allah pada tingkat ini semakin meresap ke seluruh tubuh hingga terasa panasnya di sekujur tubuh dan setiap bulu roma. Perasaan keinsanan mulai tercengang, persendian mulai bergetar yang dapat menyebabkan seseorang jatuh pingsan disebabkan oleh sifat keinsananannya telah lebur dan mulai di liputi oleh sifat kebaqaan Allah. Pada tingkat ini menandakan seseorang telah memasuki fana fil sifat, sifat kebaharuan dan kekurangan serta perasaan telah lenyap yang ada hanyalah sifat ke Tuhanan yang sempurna dan Tajalli.
3. Mati Sirri
Mati ini terjadi saat seseorang melakukan zikir Latifatul Sirrih dalam zikir Lataif. Pada tahap ini seseorang akan memasuki yang di sebut dengan “MA’RIFATAN BIRABII”, yakni berhadapan langsung dengan Zat Yang Maha Pencipta. Rasa keinsanan telah lenyap dan dalam wujud yang gelap karena di telan oleh alam ghaib memasuki Nur Af-‘Allullah, Nur Sifatullah, Nur Asmaullah, Nur Zatullah, Nurul ‘Alaa Nurin..
4. Mati Hissi
Terjadi ketika melakukan zikir Latifatul Hafi dalam zikir Lataif. Pada zikir ini akan memasuki ke tingkat alam yang tertinggi yang di namakan “MA’ARIFA FII RABBI”, yang di sebabkan lenyapnya segala sifat-sifat ke insanan seseorang yang baharu dan tinggallah sifat-sifat Tuhan yang Qadim/Ajali, sehingga bersatulah antara “Abid dan Ma’bud, Khalik dan Makhluk, Jalal dan Jamal. Dalam keadaan ini akan mengalami keadaan yang tidak pernah di lihat oleh mata, tidak pernah terlintas dalam hati manusia.

6 Komentar to “Mati Dalam Fana”

  1. Pengalaman yang Mas Rahmat alami itu hal yang sering orang alami ketika mengalami mati fana, jadi tidak usah takut rasakan dan resapi aja. Dan ada lagi pengalamn spritual yg lebih dasyat lagi yg akan Mas Rahmat alami dan rasakan. Terima kasih atas kunjungannnya serta salam kenal dari saya.

  2. mas saya mau tanya…apa orang yg merasakan mati seperti di atas,akan dirasakan dirinya kosong..tidak bisa berpikir,tidak bisa sadar,selalu teringat mati…saat berzikir slalu rasa badan bergetar sendiri,dan tubuh terkadang terasa panas,setelah itu kita melihat kita sendiri seperti melihat orang lain…
    jujur saya merasakan hal itu..setiap waktu dan setiap saat…jujur saya takut sekali mas…

  3. Artikel yg menakjubkan. Memberikan peringatan kepada kita untuk selalu ingat akan mati! Mati dalam arti sebenar2nya mati, yaitu mati dgn membawa kebaikan didunia ini atau amal baik yg kita lakukan didunia ini!
    Salam kompak slalu!

    • Terima kasih banyak atas tanggapannya.
      Musyahadah kepada Allah adalah salah satu jalan untuk dapat bertemu dengan-Nya. Dengan bermusyahadah melalui pintu fana akan mempermudah kita untuk bertemu dan berjumpa dengan Allah.

  4. Kunjungan disore hari! Maaf br sempat berkunjung nich!

    • Alhamdulillah masih di kunjungi oleh sahabat seperti saudari Clarissa. Beri info yang lebih menarik tentang teknologi dan ilmu pengetahuan.
      Saya tunggu lewat emailku besok, ya????

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: