Kesuksesan Hidup Melalui Sholat


Saya mencoba untuk mengetengahkan fungsi dan manfaat sholat dalam kehidupan sehari-hari, dalam pencapaian kesuksesan serta membangun karakter kepribadian. Fungsi dan manfaat dari sholat saya kutip dari buku “ESQ (Emotional Spritual Quotient) karya Ary Ginanjar Agustian. Semoga bermanfaat!!!

Sholat lima waktu adalah sebuah relaksasi yang sangat di butuhkan dan sangat penting untuk menjaga kondisi emosi serta pikiran seseorang dari tekanan luar yang berkepanjangan, yang seringkali mengakibatkan tenggelamnya pikiran ke dalam arus deras persoalan kehidupan yang datang silih berganti, serta mengakibatkan kebodohan emosi dan kebodohan intelektual dan bahkan bisa mempengaruhi kondisi kesehatan jasmani. Relaksasi melalui sholat akan memberikan ruang berpikir bagi perasaan intuitif untuk menjaga dan menstabilkan kecerdasan emosi serta spritual seseorang sekaligus menjaga keutuhan fitrah suara hati.

Melalui sholat, seseorang akan dapat memvisualisasikan prinsip hidup yang diperolehnya melalui keenam prisip yang ada dalam pembangunan mental berdasarkan Rukun Iman. Dengan menghabiskan waktu beberapa menit sehari untuk melakukan shalat, ia memiliki waktu untuk membuat pikirannya menjadi rileks, dan setelah itu ia dapat berpikir tentang dirinya serta pemecahan-pemecahan dalam lingkungannya secara jernih. Shalat merupakan suatu afirmasi atau penegasan kembali yang dapat membantu seseorang untuk lebih menyelaraskan nilai-nilai keimanan dengan realitas kehidupan.

Shalat berisikan pokok-pokok pikiran serta bacaan suci mengenai suara-suara hati. Ucapan Maha Suci Allah, Maha Besar Allah, Maha Mendengar Allah, dan Maha Pengasih dan Penyayang, yang akan menjadi penguatan kembali dari kekayaan sifat-sifta mulia yang telah ada dalam diri kita. Ketika kondisi di atas telah dilakukan secara baik, maka shalat akan menjadi sebuah solusi energi yang akan mengisi jiwa baik sadar maupun tak sadar melalui mekanisme repetitive magic power yang berujung pada pemilikan akhlak yang mulia.

Dengan melakukan shalat secara rutin, maka sesungguhnya kita menciptakan pengalaman batiniah sekaligus pengalam fisik, karena aktivits shalat secara teratur disamping memberikan makna reinforcement, sesungguhnya shalat membangun pula pengalaman-pengalaman yang mendorong paradigma baru ke arah positif.

Di samping sebagai tempat untuk menyeimbangkan dan menyelaraskan hati, pikiran  dan pelaksanaan, shalat juga merupakan mekanisme yang bisa menambah energi baru, yang terakumulasi menjadi kumpulan dorongan dahsyat untuk berkarya dan mengaplikasikan pemikirannya ke dalam alam realita. Energi ini akan berubah menjadi perjuangan nyata dalam melaksanakan misi sebagai Rahmatan Lil  ‘Alamin. Shalat akan menghasilkan sumber daya manusia yang diilhami Cahaya Allah yang akan turut berperan untuk memakmurkan bumi.

Saat shalatlah sesungguhnya peringatan dini dan kesadaran diri akan arti pentingnya kejernihan hati dan pikiran mengemuka, karena kejernihan pikiran akan menjadi landasan penting bagi pembangunan kecerdasan emosi dan spritual seseorang. Beberapa hal dalam shalat yang bisa melatih serta menjaga kejernihan hati dan pikiran yakni sebagai berikut:

* Wudhu

Membasuh wajah melambangkan penjernihan dan penyucian hati serta pikiran. Membasuh tangan melambangkan penyucian segala kegiatan. Membasuh kepala melambangkan pikiran yang suci dan membasuh kaki adalah melambangkan langkah lurus nan bersih.

* Do’ a Iftitah
Do’a iftitah yang di ucapakan di awal setiap kali shalat, memuji Allah yang selalu suci sepanjang pagi dan petang. Inilah adalah pujian dan pengakuan  kepada Tuhan, Rabb yang selalu suci dalam berpikir dan suci dalam bertindak. Menyatakan secara berulang-ulang tentang kesucian Allah, hal ini akan mendoktrin jiwa seseorang untuk selalu mengikuti teladannya yaitu Allah Yang Maha Suci. Secara sadar atau melalui pikiran bawah sadar, doktrin ini akan mengubah dan menjaga sikap dan karakter seseorang agar selalu suci dan bersih.
* Rukuk dan sujud
Dalam rukuk dan sujud, dilafadzkan pujian serta keinginan. Memuji kepada Allah Yang Maha Suci dan Maha Agung bisa diartikan bahwa seseorang yang melakukan shalat sangat menjunjung tinggi sifat suci dan jernih yang pada akhirnya menghasilkan keagungan.
Selain berfungsi untuk penjernihan hati dan pikiran, shalat akan melatih seseorang dalam beberapa hal:
1. Melatih dan Membentuk Rasa Aman
Ucapan “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanyalah untuk Allah seru sekalian alam”, akan menciptakan rasa aman dan tenteram yang tiada tara.
2. Melatih dan Membentuk Kepercayaan diri serta Motivasi.
Ucapan takbir AllahuAkbar dalam setiap perubahan gerakan, adalah suatu pengakuan bahwa hanya Allah-lah yang memiliki kebesaran, Allah telah menjadi Tuhannya dan sekaligus menjadi teladannya untuk meraih kemenangan. Apabila dihayati secara dalam dan sungguh-sungguh makna ucapan takbir ini, maka niscya akan menghasilkan pribadi seseorang bermental juara.
3. Melatih Kebijaksanaan
Di dalam satu kesatuan pernyataan, do’a dan gerakan shalat merupakan suatu penggabungan berbagai sifat Allah dalam satu kesatuan tauhid yang tak terpisahkan dan dalam suatu keselarasan antara satu dorongan sifat dengan sifat lainnya juga antara pikiran dan tindakan.
4. Melatih Integritas
Mengerjakan shalat lima waktu secara disiplin tanpa diawasi oleh orang lain adalah sebuah pelatihan integritas sesungguhnya. Orang yang mampu melakukan shalat lima waktu secara disiplin akan menghasilkan sebuah pribadi yang memiliki integritas kuat. Ia mampu memahami arti shalat sesungguhnya.
5. Melatih dan Membangun Prinsip Kepercayaan
Seseorang yang melakukan shalat akan memperoleh kepercayaan yang sangat tinggi, tidak hanya dari Allah namun juga dari manusia, karena ia telah mampu menunjukkan integritas, komitmen serta loyalitas kepada Allah.
6. Melatih Visualisasi dan Simulasi
Shalat adalah visualisasi atau simulasi kehidupan dan idealisme sebuah cita-cita.  Sahalat merupakan sebuah do’a, dan do’a merupakansebuah  visualisasi otak kanan. Shoalat yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulanng akan menciptakan guratan bayangan yang sangat kuat dalam jiwa serta pikiran seseorang.
7. Melatih Keteraturan
Waktu shalat telah ditentukan secara pasti, sehinnga sorang yang mampu melakukan shalat secara disiplin, niscaya akan menjadi pribadi-pribadi yanmg memiliki disiplin yang tinggi. Kemampuan melakukan shalat tepat waktu, adalah jaminan bahwa orang tersebut bisa di percaya juga memiliki kesadaran akan arti penting sebuah waktu yang harus di tepati. Isi dari shalat pun harus tertip dan teratur, dimulai dari wudhu, niat, takbiratul ihram hingga salam. Semua itu dilakukan secara berurutan dan sangat teratur. Ini menggambarkan betapa suatu keteraturan itu dimulai dari cara berpikir sampai dengan pelaksanaan fisiknya. Inilah pelatihan kedisiplinan yang sesungguhnya, langsung diberikan oleh Allah.

5 Komentar to “Kesuksesan Hidup Melalui Sholat”

  1. Kunjung balik bro! Oya jadi malu juga nich, sholat aku banyak yg bolong, sama bro darah biru. Tapi paling tdk makasih bro dah mengingatkan!

  2. ijin mengamankan pertamaxxx disini buleh kannn

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasih😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: