Archive for Maret, 2010

03/25/2010

Letak Kesalahan dalam Pemikiran Keagamaan


Akal manusia -berdasarkan apa yang telah dikatakan dalam pembahasan tentang parameter dan mizan kebenaran dalam rasionalitas dan Epistemologi- perlu melakukan berbagai peneltian, observasi, dan pencarian untuk menemukan dan menyingkap persoalan- persoalan yang hakiki dan realitas-realitas yang obyektif, dan setelah dia menemukan hakikat-hakikat tersebut, maka semestinya dia merancang dan membentuk kehidupannya yang sesuai dengan pengetahuan dan makrifat hakikinya itu dan berupaya menyesuaikan perilaku-perilakunya dengan pengetahuan yang diperolehnya, termasuk di dalamnya adalah tindakan-tindakan yang berkaitan dengan politik dan sosial kemasyarakatan.

Metode dan alur pemikiran manusia bisa jadi berada pada salah satu dari tiga jalan berikut: induksi (istiqra’), analogi (tamtsil), dan argumen (burhan).

read more »

03/24/2010

Mati Dalam Fana


Musyahadah dengan melalui mati, seperti Sabda Nabi SAW “Rasakanlah mati sebelum engkau mati”. Dalam kitab Hikam Abu Ma’jam berkata: “Barang siapa yang tidak merasakan mati, niscaya ia tidak dapat melihat Allah” Jadi maksud mati ialah hidupnya hati dan tiada saat kehidupan hati melainkan saat matinya nafsu. Selanjutnya dalam kitab Al-Hakim yang artinya: “Tiada jalan masuk/musyahadah dengan Allah kecuali dengan melalui pintu mati, salah satu dari pintu itu adalah Fanaul Akbar yaitu mati tabi”.
Pengertian matinya nafsu untuk hidupnya hati dapat di tempuh pada empat tingkat yakni:
1. Mati Tabi’i

Mati tabi’I merupakan pintu pertama musyahadah dengan Allah. Mati ini berlangsung saat seseorang melakukan zikir Qalbi dalam zikir Lataif. Dengan karunia Allah, ia fana/lenyap pendengaran secara lahir, tapi secara bathin mendengar zikir Allah…Allah….
Pada tingkatan ini, mula-mula hati berzikir kemudian beralih ke mulut dan lidah, akhirnya berzikir dengan sendirinya. Dalam tahap ini perasaan mulai hilang/mati tabi’I, akal dan pikiran tak berfungsi lagi. Disini mulai masuknya ilham berupa Nur Ilahi dalam hati dan seolah-olah telah berhadapan dengan Allah. Telinga batin yang berfungsi disini dan hati mulai berbisik “ INNANII ANAA ALLAH”. Karena suara hati qalbi naik ke mulut, maka dengan sendirinya lidah bergerak mengucapkan ALLAH…ALLAH. Pada tanjakan-tanjakan batin seperti ini mulai memasuki pintu fana yang pertama yakni fana fil af’al dan tajali fil af’al. Hal ini disebabkan oleh tuntunan dari Allah, seperti dalam firmannya “Tiada perbuatan, gerak dan diam seseorang selain Allah”.

2. Mati Maknawi
Mati maknawi terjadi pada saat seseorang melakukan zikir Latifatul Roh dalam zikir Lataif. Dalam kondisi mati maknawi, penglihatan secara lahiriah hilang lenyap dan seolah-olah semua pendengaran telah di kuasai oleh mata hati. Maka zikir Allah pada tingkat ini semakin meresap ke seluruh tubuh hingga terasa panasnya di sekujur tubuh dan setiap bulu roma. Perasaan keinsanan mulai tercengang, persendian mulai bergetar yang dapat menyebabkan seseorang jatuh pingsan disebabkan oleh sifat keinsananannya telah lebur dan mulai di liputi oleh sifat kebaqaan Allah. Pada tingkat ini menandakan seseorang telah memasuki fana fil sifat, sifat kebaharuan dan kekurangan serta perasaan telah lenyap yang ada hanyalah sifat ke Tuhanan yang sempurna dan Tajalli.
3. Mati Sirri
Mati ini terjadi saat seseorang melakukan zikir Latifatul Sirrih dalam zikir Lataif. Pada tahap ini seseorang akan memasuki yang di sebut dengan “MA’RIFATAN BIRABII”, yakni berhadapan langsung dengan Zat Yang Maha Pencipta. Rasa keinsanan telah lenyap dan dalam wujud yang gelap karena di telan oleh alam ghaib memasuki Nur Af-‘Allullah, Nur Sifatullah, Nur Asmaullah, Nur Zatullah, Nurul ‘Alaa Nurin..
4. Mati Hissi
Terjadi ketika melakukan zikir Latifatul Hafi dalam zikir Lataif. Pada zikir ini akan memasuki ke tingkat alam yang tertinggi yang di namakan “MA’ARIFA FII RABBI”, yang di sebabkan lenyapnya segala sifat-sifat ke insanan seseorang yang baharu dan tinggallah sifat-sifat Tuhan yang Qadim/Ajali, sehingga bersatulah antara “Abid dan Ma’bud, Khalik dan Makhluk, Jalal dan Jamal. Dalam keadaan ini akan mengalami keadaan yang tidak pernah di lihat oleh mata, tidak pernah terlintas dalam hati manusia.

03/19/2010

Kesuksesan Hidup Melalui Sholat


Saya mencoba untuk mengetengahkan fungsi dan manfaat sholat dalam kehidupan sehari-hari, dalam pencapaian kesuksesan serta membangun karakter kepribadian. Fungsi dan manfaat dari sholat saya kutip dari buku “ESQ (Emotional Spritual Quotient) karya Ary Ginanjar Agustian. Semoga bermanfaat!!!

Sholat lima waktu adalah sebuah relaksasi yang sangat di butuhkan dan sangat penting untuk menjaga kondisi emosi serta pikiran seseorang dari tekanan luar yang berkepanjangan, yang seringkali mengakibatkan tenggelamnya pikiran ke dalam arus deras persoalan kehidupan yang datang silih berganti, serta mengakibatkan kebodohan emosi dan kebodohan intelektual dan bahkan bisa mempengaruhi kondisi kesehatan jasmani. Relaksasi melalui sholat akan memberikan ruang berpikir bagi perasaan intuitif untuk menjaga dan menstabilkan kecerdasan emosi serta spritual seseorang sekaligus menjaga keutuhan fitrah suara hati.

read more »

03/18/2010

Jangan Kau Sholat!!!!


Sholat sebagai rutinitas kewajiban yang harus di jalankan oleh umat muslim merupakan pelebur atas semua perilaku yang tidak baik dari manusia. Dengan sholat akan ada keteraturan dalam perilaku sebagaimana sholat teratur dalam setiap gerakannya. Sholat yang di mulai dengan berdiri menghadap qiblat sebagai penghambaan kita pada sang Khalik dan menumbuhkan kerelaan dan keikhlasan hati. Takbiratul Ihram merupakan penghalusan atas sikap kita yang sombong, takabur. Rukuk merupakan pencitraan diri dari kerendahan hati manusia. Sujud sebagai kecintaan dan keteguhan diri dalam perilaku.

Jadi alangkah sia-sialah sholat bila dalam kehidupan sehari-hari perilaku kita sangat buruk, dalam berbicara, bertingkah laku dan  lain-lainnya. Sholat yang demikian hanya sebagai rutinas atas kewajiban yang di perintahkan oleh Allah, tanpa menyentuh kerelung hati yang dalam.  Berdiri menghadap qiblat sampai salam hanya sebagai gerakan-gerakan biasa tanpa di selami arti dan makna gerakan tersebut. Ucapan Allahu Akbar sampai Wassalamu alai’kum di penghujung salam hanya ucapan-ucapan lisan yang basi tanpa arti.

Kita harus sadari sholat itu di perintahkan bukan tanpa makna dan arti dalam setiap gerakannya. Kita harus menjiwai dengan seluruh jiwa agar terasa oleh tubuh mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kemudian di resapi sampai ke tulang sum-sum. Hingga demikian sholat akan bermakna dan akan membentengi diri kita dari perbuatan

03/15/2010

Izrail Datang Menjemput??? Katakan Tidak!!!


Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ” Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi “. Mereka berkata:” Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? “Tuhan berfirman:” Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui “.
QS. al-Baqarah (2) : 30
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman:” Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar! ”
QS. al-Baqarah (2) : 31
Mereka menjawab:” Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana “.
QS. al-Baqarah (2) : 32
Allah berfirman:” Wahai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini “. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman:” Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan? ”
QS. al-Baqarah (2) : 33
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat:” Sujudlah kamu kepada Adam, “maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takbur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
QS. al-Baqarah (2) : 34
Katakanlah:” Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.
QS. as-Sajdah (32) : 11
Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan pungggung mereka.
QS. Muhammad (47) : 27
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.
QS. an-Nazi’at (79) : 1
dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut.
QS. an-Nazi’at (79) : 2

read more »

03/02/2010

Fana’ Fil Sifat


Arti Fana yakni lenyapnya indrawi atau kebasharian. Barang siapa yang telah di liputi hakikat ke Tuhanan sehingga pandangannya tidak akan tertuju pada alam lahir, alam rupa dan alam wujud. Maka orang demikian bisa di katakan, dia telah fana dari alam cipta dan baqalah dia ke dalam kebaqaannya Zat Allah. Karena hilangnya sifat-sifat buruk lahir bathin dan kekalnya sifat-sifat terpuji. Fana yang demikian di sebut Fana Af-Al, Fana Fil Af-Al, Fana Fil Sifat.

read more »