Cara Menghadapi Kematian


iBanyak saya menemui kematian manusia begitu mengenaskan. Ada yang meninggal dengan gaya katak yang mengangkang dan sambil berteriak serta di iringi teriakan anjing melolong di luar. Ada yang meninggal dengan badan yang sangat begitu kaku dan mata membelak. Dan ada lebih sadis lagi, mati dengan badan yang

membusuk. Naudzubillahi Min Dzalik!!!!. Kematian yang begitu rupa, karena mereka tidak tahu bagaimana menghadapi mati dan tanda-tanda mereka akan mati.. Saya akan mencoba mengupas bagaimana mengahadapi kematian, menurut pengetahuan yang ada pada saya..

Ketika kita mulai merasakan ajal akan tiba, maka akan datang bulan purnama berwarna kuning yang dinamakan Laitul Qadri – di dalamnya ada wajah kita disitu. Tidak lama kemudian Laitul Qadri itu akan menuju ujung kaki kita, disini kita memberikan peluang memasukkan lafal ALLAH 3X. Laitul Qadri ini akan mengecil dan masuk ke ujung kaki secara perlahan, berhenti sesaat di ruas buku-buku kaki untuk melakukan pemeriksaan apakah buku-buku kaki itu digunakan untuk ruku’ atau tidak. Selanjutnya Laitul Qadri akan naik ke pusat, melakukan pemeriksaan sebentar, terus naik ke qalbi. Kita memasukkan lafal HU….ALLAH 3X, maka Laitul Qadri akan naik ke ubun-ubun, masukkan lafal HU….ALLAH 3 X. Laitul Qadri ini turun kembali ke qalbi. Disini banyak proses yang terjadi yakni datangnya cahaya dari ALLAH, pertama cahaya Hidayah akan menutupi cahaya Laitul Qadri, kedua cahaya Taufik menutupi cahaya Laitul Qadri dan Hidayah, ketiga cahaya Wahdat menutupi cahaya Laitul Qadri, Hidayah, Taufik, serta keempat cahaya Idrak menutupi Laitul Qadri, Hidayah, Taufik. Kemudian aka ada panggilan Allah yang berbunyi HALJI’TUM, maka kita jawab NA’AM YAA RABBANA RAJAUNA BIAFWIKA WAMAGHFIRATIE, maka di jawab ALLAH kembali QAD AWJIBTIE WAMAGHFIRATI. Setelah itu kita bertakbir ALLAHU AKBAR.Tinggal tunggu kita dimandikan, di sholatkan serta dikuburkan. Pada ketiga proses ini ada lagi kita kerjakan. Tapi cukup disini ulasan saya, semoga bermanfaat!!!.

121 Komentar to “Cara Menghadapi Kematian”

  1. cara menghadapi kematian adalah dengan mempersiapkannya.

  2. ih ih ngeri ah…

  3. ya, dengan membaca tulisan diatas saya semakin menyadari kalo hidup ini intinya adalah perjalanan menuju mati

    • Almautu Baabun yang artinya mati itu adalah pintu, jadi manusia pasti akan melewati pintu tewrsebut. Tinggal dari kita bisa melewatinya dengan mudah atau susah.
      Terima kasih atas kunjungan.

  4. Kematian memang harus dipersiapkan dan ini itu adalah ciri-ciri orang yang cerdas

    • Karena kecerdasan dalam menghadapi kematian akan membuat kita semakin damai dan tenteram dalam menghadapi sisa-sisa kehidupan di dunia.
      Terima kasih kembali atas kunjungan baliknya.

  5. anda dapat info ini darimana kalo bole tau??
    mudah2an kita siap bekal

    • Infonya dari para ahli-ahli zikir yang ada di Gorontalo.
      Memang kita harus mempersiapkannya sejak dini sehingga ajal datang kita sudah siap menghadapinya.
      Terima kasih atas kunjungannya.

  6. semoga kita menghadap dengan bekal yang cukup…
    maaf ya baru bisa berkunjung,salam😀

  7. saya juga harus bersiap diri jika hari ini Tuhan nanti datang menjemput saya.
    Semoga saya siap.

    • Insya Allah, Mbak.
      Tanpa kesiapan dalam menghadapi mati akan membuat kita sengsara di alam barzah nanti.
      Sehingga kita baru sadar bahwa telah mati dan semua itu telah terlambat.

  8. Mudah2an saya dipanggil-Nya dalam keadaan telah mengucap namanya.. amin..

    btw, Pak, theme kita sama nih.. hehe^^

    • Insya Allah kita berpulang akan mendapat Rahmat dan Hidayahnya sehingga kita mendapat husnul Khatimah di kematian kita.
      Kebetulan aja kita punya kesamaan dalam thema tersebut.

  9. Terima Kasih sudah memberikan pencerahan batin. Hidup memang harus digunakan sebaik-baiknya. Jadi inget kematian sekarang.

    • Sudah semestinya kita saling berbagi ilmu apa yang kita ketahui. Terimakasih kembali atas kunjungannya. Kebetulan masih suasana lebaran saya mengucapkan:
      ”Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallaahu minal aidin wal faizin” || “Semoga Allah menerima amal-amal kita, Dan semoga Allah menjadikan kita termasuk dari orang-orang yang kembali dari perjuangan Ramadhan sebagai orang yang menang.”

  10. semoga kita kembali dalam keadaan khusnul khotimah😀

  11. ijin menyimak sob🙂

  12. kematian adalah hal yang dekat. semoga kita diberikan akhir yang baik, amin.

    • Kematian selalu mendekati kita setiap saat tanpa memberikan pemberitahuan lebih dahulu. Makanya kita harus setiap saat waspada ketika ajal menjemput, kalau tidak kita akan mengalami kematian yang mengenaskan.
      Terima kasih atas kunjungannya.

  13. dengan postingan ini, mengingatkan kepada kita semua dalam meyiapkan kematian. ciri orang yang cerdas adalah meyiapkan kematiannya .

  14. ala kulli hal, semoga kita diberikan akhir yang baik, yakni husnul khotimah oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala. Amin

  15. subhanalloh! cool blog!🙂
    hiks, dibaca2.. saya makin sedih.. dosa saya setumpuk!
    sukron atas postingan nya! bagus!

    • Terima kasih banyak atas pujiannya. Saya hanya sharing ilmu apa yang saya dapat selama ini, karena saya banyak mengamati dan melihat betapa banyak orang yang meninggal dengan tragis karena tidak adanya pemahaman atau pengetahuan dalam menghadapi kematian.
      Terima kasih kembali atas kunjungannya.

  16. Hmm…semua makhluk hidup kelak akan mati dan menghadap sang pencipta.

  17. Cita-cita terbesar seorang muslim/ah adalah meninggal dengan khusnul khotimah Pak🙂

    • Betul Mbak Dhika, semua orang Islam mencita-citakan bila meninggal mendapatkan khusnul khotimah. Tapi terkadang mereka hanya sebatas angan-angan saja tanpa berusaha dalam meraihnya. Terima kasih atas kunjungannya.

  18. membiasakan hal yang baik menjadi spontanitas. insya Allah akan menjadi akhir yang baik.Amien

  19. semoga kita mati dalam keadaan khusnul khotimah..

  20. mati adalah sebuah kepastian.. mari kita mempersiapkannya..😀
    thanks sharenya.. semoga kita termasuk orang2 yang beruntung mendapatkan khusnul khotimah.. amin.. 😀

    • Selama ini manusia hanya berkecimpung mempersiapkan masa tuanya dengan mengumpulkan harta atau apapun namanya yang penting masa tuanya aman dan tenteram. Tapi tidak mempersiakan diri dalam menghadapi mati yang datangnya tidak bisa kita tebak kapan datangnya.
      Terima kasih atas kunjungannya. Salam kenal dari saya.

  21. kematian??mmhh…siapa takutt..😀

  22. mari kita persiapkan bersama😛

  23. Assalaamu’alaikum Mas Dahrun Marada

    Dengan hormat dan takzimnya, saya berharap sahabat sudi menerima AWARD PERKASA – KAU ADALAH YANG TERBAIK, sempena sambutan HARI BAPA di Malaysia pada 20 Jun 2010. Ia sebagai menghargai persahabatan dalam perkongsian ilmu di ruang maya dan mengenangi jasa para bapa dalam memperjuangkan kehidupan yang harmoni untuk kebahagiaan keluarganya.

    http://websitifatimah.wordpress.com/2010/06/21/20-jun-2010-selamat-hari-bapa-untukmu-malaysia-dan-indonesia/

    Salam mesra dari saya.

  24. Iyyaka na’budu waiyyaka nasta’in

    “Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” (QS 1:5)

    • Hanya kepada Allah SWT manusia minta pertolongan, namun manusia tetap harus mencari ilmu untuk bekal menghadap-Nya nanti. Manusia di bekali akal untuk menuju kehadirat-Nya. Terima kasih banyak atas kunjungannya.

  25. Semoga kita menuju kematian yang indah

  26. Salam kenal Mas. Blog nya bagus, artikel nya menarik.

  27. Seperti apakah aku nanti mati. Semua itu menjadi misteri. Tak bisa dimajukan dan ditangguhkan waktunya. semoga saja amalanku cukup untuk bisa berada di sisi-Nya nanti ketika jwaku meninggalkan jasad ini.

    • Amin Yaa Rabbal ‘Alamin. Misteri yang Allah yang rahasiakan pada manusia yakni jodoh, rezeki dan kematian. Semua itu jadi dasar kita untuk selalu berusaha dan bertawakkal dalam mencarinya. Terima kasih banyak atas kunjungannya.

  28. hidup penuh ketidakpastian,namun mati adalah sesuatu yg pasti. mengapa kita tidak mempersiapkan sesuatu yg pasti ketimbang sesuatu yg tidak pasti?🙂

  29. Malaikat maut pernah diutus kepada Musa as. Ketika malaikat tersebut datang menjumpainya, Nabi Musa langsung memukul dan mencungkil matanya. Lalu malaikat itu kembali kepada Tuhannya seraya berkata: Engkau telah mengutusku kepada seorang yang tidak ingin mati. Ia berkata: Allah kemudian mengembalikan matanya. Allah berfirman: Kembalilah kepadanya dan katakan supaya dia meletakkan tangannya di punggung seekor banteng dan baginya usia satu tahun dari setiap helai rambut yang ditutupi tangannya. Malaikat itu bertanya: Ya Tuhanku! Setelah itu? Tuhan berfirman: Kematian. Malaikat tersebut berkata: Sekaranglah! Lalu dia memohon agar Allah mendekatkan dirinya dengan bumi yang suci sejauh jarak lemparan batu. Rasulullah saw. bersabda: Jika aku berada di sana, tentu aku akan memperlihatkan kepada kalian makam (Musa) yang berada di pinggir jalan, tepatnya di bawah bukit pasir merah.

  30. Salam kenal ni…

    ada beda dialog antara orang muslim dengan orang kafir dengan Allah saat sakratul maut?

    http://arizalakbarzikri.wordpress.com

    • Surah (22) Al-Hajj ayat: 55

      Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al-Qur’an, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat.
      Apakah menurut Mas Arizal orang kafir bisa berdialog seperti itu dikala sakaratul maut? Wallahu A’lam Bishawab.

  31. Salam kenal ni…

    ada beda dialog antara orang muslim dengan orang kafir dengan Allah saat sakratul maut?

  32. Kematian adalah awal kehidupan yang sebenarnya. Kekasih kembali pada kekasih, yang sudah kenal insya allah bisa kembali, yang tidak kenal entah kemana???

  33. Salam kenal,Mas.
    terimakasih utk kunjungannya ke blog bunda yg seadanya

    Bunda hanya berharap, agar ditetapkan iman dan islam ketika kematian datang menjemput, agar berakhir dlm khusnul khotimah.
    walaupun tau, itu takkan mudah, namun hanya berharap pd Allah swt semata,agar diberikan kemudahan,amin.
    salam

  34. meyongsong kematian adalah yang utama, mempersiapkan kematian ternyata lebih mudah diucapkan dan ditulis namun pada prakteknya sungguh sulitkita bahkan masih lalai.

  35. Allohumma baarik lii fiil mauti wa fiimaa ba’dal mauti…amien..

    salam sayank…

  36. selama
    aku bisa mati
    dalam keadaan iman
    amienn

  37. Assalaamu’alaikum

    Kembali menyapa ruang yang tentu membuat hati jadi gementar. Mengapa belum ada posting batunya mas. mudahan ada lagi ilmu bermanfaat yang boleh dikongsikan bersama agar bekal kita semua sentiasa ada untuk dipersembahkan ke hadapan Yang Maha Esa.

    Selamat berbahagia dan mesra selalu dari saya di Sarawak, MALAYSIA.

  38. itu dibaca waktu sekarat ya?

    • Begitulah! Semua uraian yang saya tulis di artikel di atas di baca sewaktu kita menghadapi sakaratul maut. Secara logika memang musykil, kok waktu mati masih baca ini baca itu, tarik nafas segala lagi. Tapi kenyataannya memang begitulah adanya. Dan satu hal yang perlu di ingat, kita yang menghatarkan nyawa kita ke Allah, bukan malaikat Izrail.

  39. akhirnya aku bisa komen juga soalnya kalo pake hape ga bisa login mas dahrun

  40. Semoga kita semua sebagai khalifah di bumi bisa menggapai khusnul khotimah.
    Terima kasih sudah berbagi.. salam dari Kuningan Jawa Barat

  41. Semoga kita menemuiNya dalam keadaan beriman..
    terima kasih pak pencerahannya..
    salam kenal🙂

    • Insya Allah kita di temui oleh sang Khalik dalam keadaan beriman dan beribadah kepada-Nya, dikala sakaratul maut, Amin.
      Terima kasih banyak atas komentar dan kunjungan baliknya.

  42. wallahu alam, sebab alhamdulillah belum pernah mrasakan kematina itu…

    tetapi apapun itu, bagaimanapun rasanya, yg terpenting adalah apakah Qta sdh mmlk bekal untuk hr mati Qta…

    mksh y udah mampir k blogQ
    salam kenal

    • Itulah inti sebenarnya dari artikel ini, persiapan kita dalam menghadapi ajal.Hidup ini tidak bisa kita tebak, bisa hari ini, besok, lusa, minggu depan atau tahun depan atau malah 100 tahun lagi, kita akan di panggil oleh Allah SWT.Kita belum tahu pasti.
      Terima kasih kembali atas kunjungan baliknya.

  43. Assalaamu’alaikum

    Salam kenal dan maaf baru punya kesempatan membalas kunjungan.

    Tulisan saudara amat mengesankan hati dan jiwa saya. Alhamdulillah, menyaksikan kematian dalam kalangan keluarga terdekat saya memberi banyak keinsafan kerana pengakhiran hidup yang baik. Mati dalam husnul khatimah adalah impian dan keinginan setiap muslim. Mudahan kita merasainya dalam keadaan yang diredhai Allah dan mereka yang berhak atas kita.

    Terima kasih sudah berbagi hikmah tentang saat ajal datang kepada kita. Nice blog and information. I’d like it. Salam mesra dari saya di Sarawak, MALAYSIA.

    • Salam kenal juga dari saya orang Gorontalo.
      Almautu babun yang artinya mati itu adalah pintu, dan setiap manusia pasti melewati pintu maut. Hanya saja bagaimana kelak kita menuju pintu itu dengan selamat, harus punya bekal yang baik berupa amal yang baik dan ibadah yang tiada putus-putusnya kepada-Nya.
      Salam mesra balik buat keluarganya di Serawak, Malaysia. Semoga terjalin ukhuwah islamiyah yang erat.

    • Dalilnya tuh ndak tau lari kemana? Hehehehe……..
      Dalilnya udah ada di artikelnya Mariska, saya tinggal lengkapin aja, dari sisi manfaatnya.
      Terima kasih atas kunjungannya.

  44. semoga kita bia mati dl keadaan husnulhotimah

    • Insya Allah, kita di jadikan Allah termasuk orang-orang yang mendapat pentunjuknya. Dan kelak mendapat husnul khatimah di kemudian hari, Amin.
      Terima kasih atas kunjungan baliknya, semoga terjalin silaturrahim yang erat.

  45. semoga kita bisa menjadi orang yg mati dlm husnulhotimah
    aminn

  46. Subhannallah, semoga Allah memudahkan kematian kita *merinding saya mas mbaca sambil membayangkan prosesnya*

    • Terima kasih banyak atas kunjungan baliknya.
      Semoga Allah mematikan kita dengan khusnul khatimah dan memudahkan kita dalam menjemput ajal yang tak terperikan sakitnya.
      Semoga bermanfaat.

  47. subhannallah, terima kasih banet info dan pencerahannya, mas. semoga kita kelak menghadap ke haribaan-Nya dalam keadaaan khusnul khotimah, amiin.

  48. smoga kita smua dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan beriman


    Berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh😀
    salam blogger

  49. Yap betul bos, dan hanya selembar kain kafan yg akan kita bawa! Selebihnya tergantung amal perbuatan kita didunia ini!

  50. Mengingatkan kita akan hari akhirat

  51. tulisan yang bagus dan mencerahkan, mas. terima kasih. jadi inget bahwa mau bisa datang dan mengintai kita kapan saja.

  52. Mati dan mati itulah kenapa kita hidup, jadi krn adanya kehidupan maka kematian menyusulnya dan betul juga kita harus mencari bekal untuk kematian kita nanti! Agar kematian kita nanti tdk sia2!
    Kunjung balik nich. Ditunggu kunjung baliknya lagi!

  53. kita tidak bisa memajukan atau memundurkan satu detikpun akan datangnya kematian dan berharap smoga kelak khusnul khotimah.. amin

  54. kita memang harus ingat akan mati tapi tidak boleh bercita cita untuk matii

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih😀

  55. Ibadah ini namanya… tetapi menajdi hal mudah menjadi sulit bagi manusia…. ketika kita berada dimasa yang indah dan bahagia…

  56. Kunjung balik nich!
    Wah mengerikan sekali ya? Tapi kita hidup kan menunggu mati to?

  57. Minta ijin dulu mengamankan posisi pertama ya!

  58. Assalamu’alaikum,
    Tulisan seperti ini penting sekali untuk mengingatkan kita akan kematian. Mudah-mudahan kita bisa mengakhiri kehidupan ini dengan husnul khatimah. Amin.
    Terima kasih atas kunjungannya ke tempat saya.
    Salam dari Cianjur

    • Wa ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.
      Dikala terbelunggu oleh keduniaan, manusia kadang lupa gimana mereka menghadapi mati.
      Ketika ajal menjemput, mereka tidak ada persiapan dan berakhir tragis.
      Terima kasih juga kunjungan baliknya. Salam buat keluarga di Cianjur.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: