Dalam tubuh kita ada 10 pos/titik rahasia yang merupakan fase perjalanan yang akan di lewati ruh ketika kita menghadapi sakaratul maut. Ke sepuluh pos/titik ini harus kita bersihkan setiap saat agar cahayanya tidak redup sehingga dalam perjalanan sakaratul maut tidak mengalami sakit saat di cabut oleh Izrail. Kedudukan Sholat Tarwih 20 raka’at dalam diri kita inilah yang menerangi ke sepuluh pos/titik tersebut.
- Dua raka’at pertama kedudukannya pada Ajabul Zanbi yang letaknya pada Sulbi dan Taraib, isinya ada tiga yakni Nurul Azali menjadi lampu di kubur warnanya putih, Qalbi Azali menjadi kursi di kubur warnanya hitam, terakhir Ruhul Azali menjadi kasur di kubur warnanya merah;
- Dua raka’at kedua kedudukannya pada Sa’a- Sa’a Tim yang letaknya pada pusat fungsinya menjadi oleh-oleh di hadapan Allah, cahaya yang membungkus badan di dalam kubur. Isinya ada empat yakni Tanah, Air, Api dan Udara;
- Dua raka’at ketiga kedudukannya pada Sa’a-Sa’a Qalbi yang letaknya pada Qalbi/Jantung menjadi kenderaan sewaktu menghadap Allah. Isinya ada tiga yakni kalimat Sirri lafalnya ALLAH…3X, kalimat Hamidi lafalnya HU….ALLAH 3X, serta kalimat Ibura lafalnya HU….3X;
- Dua raka’at keempat kedudukannya pada Sa’a- Sa’a Anwar yang letaknya pada tenggerokan menjadi kafan bathin yang akan membawa kita menghilang dalam kubur. Isinya ada empat yaitu Arsyil Karim, Arsyil Azhim, Arsyil Majid, Arsyil Fashil.
- Dua raka’at kelima kedudukannya pada Sa’a-Sa’a Qa’ba Qausaini yang letaknya pada kening/jidat tempat menunggu cahaya Hidayah, Taufik, Wahdat, Idrak ketika menuju kehadapan Allah SWT;
- Dua raka’at keenam kedudukannya pada Sa’a-Sa’a Sidaratul Muntaha menjadi tempat hamba sewaktu menuju kehadapan Allah;
- Dua raka’at ketujuh kedudukannya pada Sa’a-Sa’a Mahrajal Bahraini tempat menunggu sifat Idrak, cahaya yang membawa ke hadapan Allah;
- Dua raka’at kedelapan kedudukannya pada Sa’a-Sa’a Ba’dal Ubadi rahasia dari hamba dan di jadikannya Nur Muhammad, dan tempat di jadikannya hamba serta tempat menyembah kepada Allah, serta rahasia yang akan mengubah dan akan berhadapan dengan Allah;
- Dua raka’at kesembilan kedudukannya pada Sa’a-Sa’a Kun Wujudullah tempat diciptakannya Nurul Muhammad serta tempatnya amal manusia dan pakaian hamba ketika menuju dan akan berjumpa dengan Allah;
- Dua raka’at kesepuluh kedudukannya pada Sa’a-Sa’a Udumi Wujudullah tempat di jadikannya Nur Muhammad kemudian di sempurnakan serta akhir perjalanan bathin juga mendapatkan yang di namakan Jannatul Qubra.
Letaknya semua pada otak besar dan otak kecil. Sehingga genab 20 raka’at.
Bila tidak berkenan dengan postingan ini, semua terpulang pada keyakinan dan pengetahuan Anda.