Dalam penciptaan manusia Allah telah memercikkan sebagiah cahaya-Nya dalam diri manusia. Juga seperti kita ketahui yang pertama kali di ciptakan Allah adalah Nur/cahaya Muhammad. Dalam kaitannya dengan kedudukan Sholat Tarwih 8 raka’at dalam diri kita, saya mengaitkannya dengan penciptaan manusia oleh Allah SWT.
Pada 4 raka’at pertama sholat Tarwih 8 raka’at kedudukannya dalam diri kita adalah membersihkan atau menerangi kembali cahaya Ilahiah yang Allah percikkan pada diri kita sewaktu dalam perut ibu. Sewaktu Allah memercikkan sebagian cahaya –Nya dalam penciptaan di dalam perut ibu, cahaya Ilahiah sangat terang menderang bagaikan bulan purnama penuh. Namun seiring perjalanan diri kita di dunia yang penuh liku-liku maksiat, maka cahaya Ilahiah ini makin hari makin suram. Untuk itu kedudukan Sholat Tarwih 8 raka’at dalam diri kita adalah memulihkan kembali cahaya yang suram menjadi terang kembali seperti sedia kala sewaktu Allah percikkan sebagian cahaya-Nya.
Sedangkan pada 4 raka’at kedua Sholat Tarwih 8 raka’at kedudukannya dalam diri kita adalah membersihkan atau menerangi cahaya/Nur Muhammad yang meliputi seluruh anggota tubuh kita. Dalam kehidupan sehari-hari kita makan, minum dan berinterakasi dengan sesama manusia serta isi alam sekitar secara sengaja atau tidak, mengerjakan yang tidak halal atau malah berbau syubhat. Jangan heran dalam setiap lipatan tubuh kita banyak mengandung penyakit. Dengan adanya Sholat Tarwih 8 raka’at ini, kita membersihkan seluruh kotoran atau dosa-dosa yang ada pada seluruh lipatan tubuh kita agar menjadi bersih kembali.
Secara hakekatnya pelaksanaan Sholat Tarwih 8 raka’at adalah penggabungan antara cahaya Ilahiah dengan cahaya Muhammad menjadi satu kesatuan.
Demikian ulasan saya, apabila tidak berkenan dengan ulasan ini saya kembalikan pada keyakinan dan pemahaman Anda. Pada postingan berikiutnya saya akan mengulas Sholat Tarwih 20 raka’at, Insya Allah.
