Kata-Kata Setan Yang Kita Ikuti


1.   “Manakala Dia menciptakan-ku menurut Iradah dan keinginan-Nya, maka mengapa Dia membebankan atas diriku untuk mengenal dan  menta’atiNya ? Apa hikmahnya dalam pembebanan ini ? sementara Dia tidak mendapat keuntungan oleh “keta’atan” dan tidak mendapat kerugian dengan “kedurhakaan ? ”
2.   “Manakala Dia telah menciptakanku, membebaniku, lalu aku penuhi “pembebanan” Nya itu dengan mengenal serta menta’ati-Nya, maka kenapa Dia membebaniku pula untuk menta’ati Adam dan sujud kepadanya ? Apa pula hikmahnya dalam pembebanan ini ? khususnya sesudah hal itu tidak akan menambah pengenalanku dan keta’atan-ku kepada-Nya.”

3.   “Pada saat Dia telah menciptakan dan secara mutlak membebani-ku, serta secara khusus membebani-ku untuk sujud kepada Adam, maka ketika aku tidak sujud kepada Adam kenapa Dia mengutuk-ku dan mengusir-ku dari sorga ? Apalagi hikmahnya yang demikian itu ? padahal sebelumnya aku tidak pernah berbuat sesuatu yang buruk, kecuali ucapan-ku “ aku tidak sujud ( kepada sesuatu ) kecuali kepada Mu. “
4.   “Setelah Dia menciptakan-ku, lalu membebani-ku secara mutlak dan secara khusus, lalu aku tidak ta’ati, sehingga Dia mengutuk-ku dan mengusir-ku, maka kenapa Dia memberi kesempatan pada-ku menemui Adam ? sehingga aku masuk ke Sorga untuk kedua kalinya dan ( Adam ) aku tipu dengan tipu daya-ku, sehingga ia memakan ( buah ) dari pohon larangan itu, lalu Dia mengeluarkannya, padahal kalau Dia mencegah-ku memasuki Sorga, tentulah Adam terhindar dari ( godaan-ku dan ia tetap kekal di dalamnya ) ”
5.   “Setelah Dia mencipta-ku, lalu membebani-ku secara umum dan khusus, kemudian melaknati-ku, lalu membiarkan-ku masuk ke Sorga, sedang antara aku dan Adam dalam permusuhan, kenapa aku dikuasakan atas keturunnya ( Adam ) ? sehingga aku dapat melihat mereka, sementara mereka tidak dapat melihat aku dan mengutamakan tipu dayaku atas mereka, sedang usaha dan kekuatan mereka tidak didahulukan pada-ku. Apa hikmahnya dalam hal demikian itu ? “Padahal kalau mereka diciptakan menurut fitrah, tanpa adanya yang menyimpangkan mereka dari ( fitrah ) itu, tentulah mereka akan hidup dalam kesucian, patuh dan ta’at. Bukankah yang demikian itu pantas buat mereka ? ”
6.   “Aku mempercayai semua ini, Dia-lah yang telah menciptakan-ku, membebani-ku secara mutlak serta mengikatku. Pada saat aku tidak mematuhi-Nya, Dia melaknat-ku dan mengusir-ku, ketika aku ingin masuk sorga, Dia perkenankan dan memberi kesempatan, kemudian aku perbuat usahaku, Dia mengusir-ku, dan menguasakan kepada-ku atas bani Adam, maka kenapa ketika aku meminta tangguh, Dia memperkenankannya ? ketika aku berkata: “ tangguhkannlah aku hingga hari kebangkitan “, Dia berkata: “ Sesungguhnya engkau diberi tangguh sampai kepada waktu yang telah ditentukan” Apakah hikmahnya dalam hal demikian ? padahal kalau Dia memusnahkan-ku langsung, tentulah Adam dan semua makhluk merasa aman dari-ku dan tentulah tidak ada kejahatan di dunia. Bukankah tetapnya dunia dalam peraturan yang baik jauh lebih bagus daripada bercampur-aduknya dengan kejahatan. “

Sumber http://www.artikelindonesia.com

4 Komentar to “Kata-Kata Setan Yang Kita Ikuti”

  1. Setan sebelum keluar dari syurga terlebih dahulu bersumpah di hadapan Allah, akan menjerumuskan manusia kejalannya, kecuali orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

  2. setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. tapi tak sedikit yang terjebak menjadi pengikutnya. semoga kita terhindar dari perangkap-perangkapnya, amiiin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: